Elon Musk Bongkar Sendiri Alasan Starlink Batasi Akses Militer Ukraina

Senin, 13 Februari 2023 - 20:23 WIB
loading...
Elon Musk Bongkar Sendiri...
CEO SpaceX Elon Musk. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - CEO SpaceX Elon Musk membongkar sendiri alasan di balik keputusan perusahaan membatasi penggunaan sistem internet Starlink oleh militer Ukraina.

Dia mengaku tidak ingin konflik meningkat menjadi Perang Dunia III.

Penjelasan tersebut merupakan bagian dari tanggapan Musk terhadap astronot Scott Kelly, yang merupakan pendukung vokal perjuangan Ukraina. Kelly mendesak pemulihan fungsionalitas penuh dari sistem canggih tersebut.

Pembatasan yang diumumkan pekan lalu melarang militer Ukraina menggunakan Starlink untuk menerbangkan drone, yang digambarkan Presiden SpaceX Gwynne Shotwell sebagai "persenjataan" produk tersebut.

Musk mengatakan, “Kelly cukup pintar untuk tidak menelan media dan propaganda lainnya."

Baca juga: 3 Insiden Patung Yesus Disambar Petir, yang Terakhir Terbakar Habis

Dia menunjukkan, Starlink tetap tersedia untuk komunikasi militer di Ukraina, meskipun sebagai perusahaan swasta, SpaceX memiliki hak untuk mematikan terminalnya.

"Kami berusaha keras untuk melakukan hal yang benar, di mana 'hal yang benar' adalah pertanyaan moral yang sangat sulit," papar Musk, dilansir RT.com.

“Kami tidak akan mengizinkan eskalasi konflik yang dapat menyebabkan Perang Dunia III,” ujar dia.

Baca juga: Heboh Laporan UFO Bermunculan, Elon Musk: Hanya Beberapa Teman Mampir

Sistem Starlink dielu-elukan pejabat AS sebagai pengubah permainan bagi militer Ukraina, menyediakan sistem komunikasi yang andal yang diduga tidak dapat diganggu oleh Rusia melalui peretasan.

Tetapi Musk telah memicu kemarahan Kiev dalam beberapa kesempatan, termasuk dengan mengusulkan rencana perdamaian pada Oktober yang mengharuskan Ukraina membuat konsesi ke Rusia. Dia menghadapi kritik dan hinaan dari pejabat Ukraina sebagai tanggapan.

Menanggapi perubahan Starlink, Mikhail Podoliak, pembantu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, menyatakan Musk dan Shotwell hanya memiliki dua pilihan: mereka bisa berada di pihak Ukraina dan tidak mencari "cara untuk menyakiti" atau dianggap sebagai pro-Rusia .

Pejabat yang sama sebelumnya mengklaim platform media sosial milik Musk, Twitter, membatasi jangkauan akun pemerintah Ukraina dan membantu "propaganda Rusia".

Podoliak tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut, tetapi mengancam tindakan pengaturan Twitter.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved