Erdogan: Turki akan Tetap Perlakukan Hagia Sophia sebagai Situs Warisan Dunia
Rabu, 15 Juli 2020 - 20:02 WIB
loading...
Presiden Turki, Tayyip Erdogan mengatakan, meskipun perubahan status, Hagia Sophia masih akan dilindungi sebagai situs warisan budaya. Foto/REUTERS
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki, Tayyip Erdogan mengatakan, meskipun perubahan status, Hagia Sophia masih akan dilindungi sebagai situs warisan budaya. Pekan lalu, Turki mengubah status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid.
"Di bawah Fatih (Sultan Mehmed II yang menaklukkan Konstantinopel) Ayasofya (nama resmi Hagia Sophia) diperoleh dalam keadaan bobrok dan kemudian diubah menjadi sebuah bangunan yang indah," kata Erdogan.
( Baca juga: Turki Cela Kecaman UE Atas Hagia Sophia )
"Selama berabad-abad telah dijaga dan dipercantik. Meskipun ada perubahan status, itu akan tetap dilindungi oleh Turki sebagai situs warisan budaya," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Rabu (15/7/2020).
Menurut Erdogan, karena mengubah Hagia Sophia menjadi masjid, otoritas Turki memperbaiki kesalahan yang telah dibuat di masa lalu.
“Kami mengindahkan kehendak 83 juta warga Turki. Pada 1934, itu dijadikan museum. Sekarang, kami sedang memperbaiki kesalahan ini, ini adalah hak berdaulat kami,” tegas pemimpin Turki itu.
Keputusan Turki mengubah Hagia Sophia menjadi masjid mendapat kecaman dari sejumlah negara dan organisasi internasional. Yunani menjadi negara yang paling keras menentang perubahan status tersebut.
( Baca juga: Iran dan Pakistan Dukung Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid )
Turki sendiri telah menegaskan bahwa perubahan Hagia Sophia adalah masalah dalam negeri mereka dan kritikan yang datang tidak didengarkan oleh pengadilan yang memutuskan status bangunan tersebut.
"Di bawah Fatih (Sultan Mehmed II yang menaklukkan Konstantinopel) Ayasofya (nama resmi Hagia Sophia) diperoleh dalam keadaan bobrok dan kemudian diubah menjadi sebuah bangunan yang indah," kata Erdogan.
( Baca juga: Turki Cela Kecaman UE Atas Hagia Sophia )
"Selama berabad-abad telah dijaga dan dipercantik. Meskipun ada perubahan status, itu akan tetap dilindungi oleh Turki sebagai situs warisan budaya," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Rabu (15/7/2020).
Menurut Erdogan, karena mengubah Hagia Sophia menjadi masjid, otoritas Turki memperbaiki kesalahan yang telah dibuat di masa lalu.
“Kami mengindahkan kehendak 83 juta warga Turki. Pada 1934, itu dijadikan museum. Sekarang, kami sedang memperbaiki kesalahan ini, ini adalah hak berdaulat kami,” tegas pemimpin Turki itu.
Keputusan Turki mengubah Hagia Sophia menjadi masjid mendapat kecaman dari sejumlah negara dan organisasi internasional. Yunani menjadi negara yang paling keras menentang perubahan status tersebut.
( Baca juga: Iran dan Pakistan Dukung Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid )
Turki sendiri telah menegaskan bahwa perubahan Hagia Sophia adalah masalah dalam negeri mereka dan kritikan yang datang tidak didengarkan oleh pengadilan yang memutuskan status bangunan tersebut.
(esn)
Lihat Juga :