Pesawat Tempur Hasil Kolaborasi Beberapa Negara

Jum'at, 10 Februari 2023 - 19:33 WIB
loading...
Pesawat Tempur Hasil...
Jet tempur KF-21 Boramae hasil kerja sama Indonesia dan Korea Selatan. Foto/id.gta5-mods.com
A A A
SEOUL - Proyek pesawat tempur tidak hanya dijalankan oleh satu negara. Bisa saja, proyek tersebut adalah hasil kolaborasi beberapa negara.

Berikut adalah sederet pesawat tempur yang merupakan buah kolaborasi beberapa negara.

1. F-35

F-35 adalah pesawat tempur yang dikelola Pentagon’s F-35 Joint Program Office milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS), Korps Marinir AS, dan Angkatan Laut AS.

Pesawat Tempur Hasil Kolaborasi Beberapa Negara


Keberadaan pesawat tempur ini merupakan hasil kolaborasi dengan negara-negara lain, seperti Norwegia, Belanda, Denmark, Kanada, Australia, dan Italia.

Sementara itu, negara yang terdata membeli pesawat ini adalah Belgia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Israel.

Dalam program ini, pemerintah AS juga bekerja sama dengan setidaknya 1.800 pemasok domestik di 45 negara bagian.

Proyek ini juga membuka lapangan kerja bagi ribuan orang dengan gaji yang tinggi. Bahkan, lapangan kerja yang tercipta juga tersebar di negara-negara lain.

2. KF-21 Boramae

Indonesia memiliki proyek kolaborasi jet tempur dengan Korea Selatan (Korsel) bernama KF-21 Boramae.

Pesawat Tempur Hasil Kolaborasi Beberapa Negara


Pesawat ini sukses menjalani uji coba terbang ketiganya pada 5 Januari 2023 di Sancheon, Korsel. KF-21 Boramae tercatat mengudara selama 37 menit dan melakukan uji kecepatan.

Nantinya, KF-21 Boramae juga akan sampai pada tahap uji coba kecepatan supersonik, jika cuacanya mendukung.

Sampai tahun 2026 mendatang, pesawat tempur canggih ini akan melewati setidaknya 2 ribu tes, sebelum akhirnya dinyatakan layak.

Sementara itu, satu catatan penting dari keberadaan KF-21 Boramae adalah pesawat ini memiliki kemampuan supersonik. Mulai dilakukan sejak tahun 2010, Indonesia berkontribusi sebanyak 20% dan Korsel 80% dalam proyek ini.

3. GCAP

GCAP atau Global Combat Air Programme, merupakan proyek gabungan guna mengoperasikan pesawat tempur canggih pada tahun 2035.

Pesawat Tempur Hasil Kolaborasi Beberapa Negara


Pesawat ini tidak memiliki awak dengan sistem pendekatan berplatform Loyal Wingman. Negara-negara yang terlibat dalam proyek ini adalah Jepang, Inggris, dan Italia.

Berbagai sumber menyebut proyek ini merupakan kolaborasi besar pertama Jepang di luar AS, usai Perang Dunia II tahun 1945 silam. Program pesawat tempur ini diumumkan pada 9 Desember 2022.

Ketiga pemimpin negara sepakat berkomitmen terus menegakkan tatanan internasional dengan basis aturan, namun bebas dan terbuka.

4. Eurofighter Typhoon

Eurofighter Typhoon merupakan jet tempur pengembangan dari beberapa negara, yaitu Jerman, Spanyol, Inggris, dan Italia. Pembangunan prototipenya dimulai pada 1989.

Pesawat Tempur Hasil Kolaborasi Beberapa Negara


Empat negara induk menjadi tuan rumah untuk produksi serta perakitan akhir untuk komponen pesawat.

Pada 2003-2005, Eurofighter Typhoon diperkenalkan ke empat angkatan udara, yakni Jerman, Spanyol, Inggris, dan Italia.

Pesawat tempur ini memulai misi tempur di Libya sebagai bagian dari operasi Odyssey Dawn PBB pada 21 Maret 2011.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Jet Militer Pembawa...
Jet Militer Pembawa Menhan Inggris Diduga Dikerjai Rusia, Tiba-tiba Gangguan Sinyal
Menhan Sjafrie Sangkal...
Menhan Sjafrie Sangkal Surat yang Diteken Beri Akses Udara Indonesia untuk Jet Tempur AS
2 Jet Tempur EA-18 AS...
2 Jet Tempur EA-18 AS Tabrakan, Jatuh, dan Meledak, 4 Awak Melontarkan Diri
Ironi Jet Tempur Siluman...
Ironi Jet Tempur Siluman F-35: Diklaim Canggih dan Digdaya di Langit, tapi Karatan
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved