Kanada Kirim Pesawat Militer ke Haiti untuk Tumpas Geng Bersenjata
Selasa, 07 Februari 2023 - 04:30 WIB
loading...
Kanada Kirim Pesawat Militer ke Haiti untuk Tumpas Geng Bersenjata. FOTO/Reuters
A
A
A
TORONTO - Pemerintah Kanada mengatakan pada Minggu (5/2/2023), bahwa pihaknya mengerahkan pesawat militer di atas Haiti untuk mengatasi apa yang disebutnya "situasi keamanan yang mengerikan" dan untuk mendukung upaya mengganggu aktivitas geng-geng Haiti.
Seperti dilaporkan Reuters, Kanada dalam sebuah pernyataan mengatakan, mereka mendukung Polisi Nasional Haiti dan mengerahkan pesawat patroli jarak jauh CP-140 Aurora Royal Canadian Air Force (RCAF) sebagai tanggapan atas permintaan dukungan Haiti karena kekerasan terus meningkat di negara tersebut.
Baca: Protes Aksi Kekerasan Geng, Demonstran Blokir Jalan Utama di Ibu Kota Haiti
Geng Haiti telah memperluas wilayah mereka sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada tahun 2021. Kekerasan yang diakibatkannya telah membuat sebagian besar negara terlarang bagi pemerintah dan menyebabkan baku tembak rutin dengan polisi.
“Pesawat patroli Kanada akan memberikan kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian untuk mendukung upaya membangun dan menjaga perdamaian dan akan tetap berada di kawasan itu "selama beberapa hari," sebut pernyataan pemerintah Kanada.
Seperti dilaporkan Reuters, Kanada dalam sebuah pernyataan mengatakan, mereka mendukung Polisi Nasional Haiti dan mengerahkan pesawat patroli jarak jauh CP-140 Aurora Royal Canadian Air Force (RCAF) sebagai tanggapan atas permintaan dukungan Haiti karena kekerasan terus meningkat di negara tersebut.
Baca: Protes Aksi Kekerasan Geng, Demonstran Blokir Jalan Utama di Ibu Kota Haiti
Geng Haiti telah memperluas wilayah mereka sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada tahun 2021. Kekerasan yang diakibatkannya telah membuat sebagian besar negara terlarang bagi pemerintah dan menyebabkan baku tembak rutin dengan polisi.
“Pesawat patroli Kanada akan memberikan kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian untuk mendukung upaya membangun dan menjaga perdamaian dan akan tetap berada di kawasan itu "selama beberapa hari," sebut pernyataan pemerintah Kanada.
Lihat Juga :