Mendagri Marah Besar: Setiap Dubes AS Tiba di Turki Bergegas Cari Kemungkinan Kudeta!
Minggu, 05 Februari 2023 - 00:13 WIB
loading...
A
A
A
"Setiap duta besar AS bertanya pada diri mereka sendiri bagaimana mereka dapat membahayakan Turki. Itu telah menjadi salah satu kemalangan terbesar Turki selama bertahun-tahun. Mereka mengumpulkan duta besar lain dan mencoba memberi mereka nasihat. Mereka melakukan hal yang sama di Eropa seperti kedutaan AS menjalankan Eropa," papar Soylu dalam tanggapan atas peringatan Kedutaan Besar AS baru-baru ini kepada warganya di Turki terhadap bahaya serangan teroris di Istanbul.
Peringatan ini datang dalam pernyataan yang diterbitkan kedutaan negara-negara Barat. Beberapa negara mengeluarkan pernyataan terpisah tetapi mengandalkan peringatan langsung AS.
Pernyataan Kedutaan Besar AS dikeluarkan pekan lalu sehubungan dengan individu sayap kanan radikal yang membakar salinan Al-Quran di Eropa.
Setelah itu, banyak negara Barat mengumumkan mereka akan menutup konsulat mereka di Istanbul karena "alasan keamanan" dan untuk mengantisipasi "kemungkinan serangan balas dendam", termasuk Jerman, Belanda, dan Inggris.
Pada Jumat, Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Mevlut Cavusoglu menganggap keputusan beberapa negara Barat untuk menutup sementara konsulat mereka tanpa mendiskusikannya dengan Ankara sebagai "disengaja".
"Mengapa mereka menutup pintu mereka? Mereka mengatakan ada ancaman teroris. Sekarang jika ada ancaman teroris, bukankah mereka, terutama jika mereka adalah sekutu, memberi tahu kami dari mana ancaman ini berasal?" tanya Cavusoglu.
Peringatan ini datang dalam pernyataan yang diterbitkan kedutaan negara-negara Barat. Beberapa negara mengeluarkan pernyataan terpisah tetapi mengandalkan peringatan langsung AS.
Pernyataan Kedutaan Besar AS dikeluarkan pekan lalu sehubungan dengan individu sayap kanan radikal yang membakar salinan Al-Quran di Eropa.
Setelah itu, banyak negara Barat mengumumkan mereka akan menutup konsulat mereka di Istanbul karena "alasan keamanan" dan untuk mengantisipasi "kemungkinan serangan balas dendam", termasuk Jerman, Belanda, dan Inggris.
Pada Jumat, Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Mevlut Cavusoglu menganggap keputusan beberapa negara Barat untuk menutup sementara konsulat mereka tanpa mendiskusikannya dengan Ankara sebagai "disengaja".
"Mengapa mereka menutup pintu mereka? Mereka mengatakan ada ancaman teroris. Sekarang jika ada ancaman teroris, bukankah mereka, terutama jika mereka adalah sekutu, memberi tahu kami dari mana ancaman ini berasal?" tanya Cavusoglu.
Lihat Juga :