Terungkap, Rasmus Paludan Si Pembakar Al-Qur'an Terindikasi Paedofil

Jum'at, 03 Februari 2023 - 14:10 WIB
loading...
Terungkap, Rasmus Paludan...
Rasmus Paludan, politisi anti-Islam Swedia-Denmark yang membakar Al-Quran, terindikasi paedofil. Foto/REUTERS
A A A
KOPENHAGEN - Rasmus Paludan , politisi anti-Islam Swedia-Denmark yang berkali-kali membakar salinan Al-Qur'an , terindikasi memiliki selera seksual terhadap anak kecil atau paedofil.

Itu terungkap dalam rekaman audio dari percakapan online Paludan. Rekaman itu mengungkapkan bahwa dia berbicara kepada anak di bawah umur tentang skenario seksual yang mengganggu dan gamblang, seperti seorang guru yang melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak laki-laki di depan kelasnya.

Paludan melakukan percakapan seksual eksplisit dengan anak di bawah umur di platform media sosial Discord meskipun mengetahui bahwa lawan bicaranya itu masih di bawah umur.

Baca juga: Al-Qur'an Hendak Dibakar Lagi di Norwegia, tapi Dicegah

“Dia menangis karena dia belum pernah menangis sebelumnya pada pelanggaran pertama sphincter-nya oleh alat plastik keras,” kata Paludan kepada audiens mudanya seperti dalam rekaman audio tersebut, seperti dikutip TRT World, Jumat (3/2/2023).

Dalam satu contoh, para audiens bahkan memberi tahu Paludan usia mereka, yang berkisar antara 13 hingga 17 tahun, dalam obrolan grup. Ketika ditanya berapa umurnya, politisi itu mengatakan dia berusia 39 tahun.

Meskipun usia persetujuan (consent) di Swedia adalah 15 tahun, Paludan secara sadar dan terus menerus melakukan percakapan seksual yang eksplisit dengan anak berusia 13 dan 14 tahun.

Contoh lain dari percakapan yang menunjukkan perilakunya yang mengejutkan, terjadi pada 11 Agustus 2021, antara dia dan pengguna Discord lainnya, termasuk anak di bawah umur (sebut saja dia User#1 untuk menjaga anonimitasnya).

Paludan kembali melakukan percakapan mesum, menjelaskan kepada pengguna bahwa User#1 melakukan aktivitas seksual dengan seorang anak laki-laki di belakang toko kelontong Netto.

Menanggapi cerita eksplisit Paludan, pengguna lain bertanya kepada User#1, "Ya, tetapi apakah Anda bekerja di Netto, atau apa? Berapa umur Anda?"

Baca juga: Rasmus Paludan Ancam Rutin Bakar Al-Qur'an Saban Jumat

User#1 menjawab, "Saya tidak bekerja di Netto, saya berusia 14 tahun."

Meski menyadari audiens-nya di bawah umur, Paludan juga memberi tahu salah satu pengguna Discord pada 14 Agustus 2021, bahwa dia "telanjang" saat berjalan di sekitar dapur.

Selain itu, Paludan berbicara tentang Islam kepada anak laki-laki dalam upaya apa yang dia sebut "mendidik" atau "menjelaskan" kepada mereka mengapa dia tidak menyukai agama itu.

Dia mulai menggunakan Discord setelah akun YouTube-nya dihapus pada Februari 2020.

Dia tidak menghadapi tuntutan hukum atas obrolan yang tidak pantas tetapi telah didakwa dengan total 14 pelanggaran di masa lalu, seperti rasisme, pencemaran nama baik, dan pelanggaran peraturan lalu lintas.

Latar Belakang Kriminal

Latar belakang kriminalnya juga mengungkapkan bahwa dia dijatuhi hukuman 2-3 bulan penjara dan tidak diizinkan mengemudi untuk jangka waktu tertentu atau bekerja sebagai pengacara selama tiga tahun.

Baru-baru ini, ekstremis anti-Islam ini membakar salinan Al-Qur'an di luar gedung Kedutaan Turki di Swedia.

Meski mendapat kecaman internasional, Paludan bersumpah akan membakar kitab suci itu setiap Jumat hingga Swedia diterima sebagai anggota NATO.

Swedia dan Finlandia secara resmi mendaftar untuk bergabung dengan NATO pada Mei lalu, mengabaikan posisi non-blok militer yang mereka pertahanakan selama beberapa dekade. Perubahan sikap itu dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari 2022.

Tetapi Türki—anggota NATO selama lebih dari 70 tahun—menyuarakan keberatan, menuduh kedua negara mentoleransi dan bahkan mendukung kelompok teroris, termasuk PKK dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok yang dituduh berada di balik upaya kudeta 15 Juli 2016 di Türki.

Juni lalu, Türki dan kedua negara Nordik menandatangani sebuah memorandum pada pertemuan puncak NATO untuk mengatasi masalah keamanan yang sah dari Ankara, membuka jalan bagi keanggotaan mereka dalam aliansi tersebut.

Dalam memorandum tersebut, Swedia dan Finlandia sepakat untuk tidak memberikan dukungan kepada PKK/YPG/PYD dan FETO, untuk mencegah semua aktivitas kelompok teror, ekstradisi tersangka teror, untuk memperkenalkan undang-undang baru untuk menghukum kejahatan teroris, dan tidak menerapkan embargo senjata nasional di antara ketiga negara tersebut.

Namun, Swedia hanya mengadopsi "langkah-langkah kosmetik" untuk membendung PKK, yang dituduh mengumpulkan dana di Eropa untuk membiayai kampanye terornya di Türki, yang menewaskan lebih dari 40.000 orang.

Pada 11 Januari, sebuah kelompok pro-PKK mengorganisir unjuk rasa anti-Turki dan menggantung patung yang disamakan dengan gambar Presiden Recep Tayyip Erdogan di Stockholm.

Türki mengecam insiden provokatif ini dan insiden pembakaran Al-Qur'an baru-baru ini.

Situasi dasar mengungkapkan bahwa Swedia belum melaksanakan janjinya dalam tindakan, membahayakan peluangnya untuk memenangkan persetujuan Ankara untuk masuk ke NATO.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Denmark Rogoh Rp757...
Denmark Rogoh Rp757 Miliar untuk Beli Rudal AS, Agar Greenland Tak Dicaplok Trump
Suami Bejat, Terbukti...
Suami Bejat, Terbukti Bantu 120 Pria Beli Layanan Seks Istrinya
PM Denmark: Trump Masih...
PM Denmark: Trump Masih Ngotot Ingin Caplok Greenland
Parlemen Denmark Serius...
Parlemen Denmark Serius Pertimbangkan Boikot Piala Dunia 2026
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
Ezzedin Al-Haddad, Pemimpin...
Ezzedin Al-Haddad, Pemimpin Baru Hamas Dijuluki Hantu Al Qassam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved