AS Tutup Lima Pangkalan Militer di Afghanistan

Rabu, 15 Juli 2020 - 01:03 WIB
loading...
A A A
AS memangkas jumlah pasukannya di wilayah tersebut menjadi 8.600, turun dari 100.000 lebih pada 2010.

Meskipun pengurangan pasukan AS sebagai bagian dari perjanjian, kekerasan antara Taliban dan pasukan Afghanistan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, menurut pemerintah Afghanistan.

Hanya sehari sebelum penutupan pangkalan, Taliban meledakkan bom mobil di fasilitas pemerintah di Ibu Kota provinsi Samangan, Aybak, dekat kantor Direktorat Keamanan Nasional (NDS), sebuah badan intelijen utama. Setidaknya 11 personel keamanan tewas dan 63 warga sipil terluka, termasuk anak-anak.(Baca: Taliban Tak akan Hentikan Kekerasan Sebelum Pembicaraan Intra-Afghanistan )

Melonjaknya kekerasan di seluruh negara yang menargetkan pasukan Afghanistan kemungkinan merupakan taktik untuk mendorong pemerintah agar membebaskan hampir 600 tahanan Taliban sebelum kelompok itu mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengakhiri perang berusia hampir dua dekade di wilayah tersebut.

"Kami mengutuk serangan hari ini. Penggunaan bahan peledak utama untuk meledakkan kendaraan di ibukota provinsi tidak dapat diterima dan akan memperkuat mereka yang menentang perdamaian dan bermain di tangan para perusak. Semua pihak harus mengurangi kekerasan," tweet Khalilzad.

"Kekerasan telah tinggi, terutama dalam beberapa hari & minggu terakhir. Warga Afghanistan terus mati dalam jumlah besar tanpa alasan. Serangan Taliban hari ini di Ibu Kota provinsi bertentangan dengan komitmen mereka untuk mengurangi kekerasan sampai gencatan senjata permanen dicapai dalam pembicaraan intra-Afghanistan, " dia menambahkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Serangan Drone Iran...
Serangan Drone Iran Hantam Bandara Internasional Kuwait, Penerbangan Ditangguhkan
Adik Kim Jong Un: Program...
Adik Kim Jong Un: Program Nuklir Korea Utara Tak Bisa Dinegosiasikan!
Rekomendasi
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Berita Terkini
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved