Anggota NATO Kritik Pengiriman Tank ke Ukraina

Selasa, 31 Januari 2023 - 16:38 WIB
loading...
Anggota NATO Kritik...
Presiden Kroasia mengktritik pengiriman tank ke Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
ZAGREB - Kroasia , yang merupakan anggota NATO , mengkritik negara-negara Barat karena memasok Ukraina dengan tank-tank berat dan senjata dalam kampanyenya melawan pasukan Rusia. Kroasia mengatakan pengiriman senjata itu hanya akan memperpanjan perang.

Kritik itu disampaikan langsung oleh Presiden Kroasia, Zoran Milovic. Kepada wartawan di Ibu Kota Kroasia, Milovic mengatakan "gila" jika percaya Rusia dapat dikalahkan dalam perang konvensional.

“Saya menentang pengiriman senjata mematikan ke sana,” kata Milanovic. “Itu memperpanjang perang,” sambungnya.

“Apa tujuannya? Disintegrasi Rusia, pergantian pemerintahan? Ada juga pembicaraan tentang mencabik-cabik Rusia. Ini gila," tambahnya seperti dilansir dari AP, Selasa (31/1/2023).

Milanovic memenangkan pemilihan presiden di Kroasia pada 2019 sebagai kandidat liberal berhaluan kiri, tandingan dari pemerintah konservatif yang saat ini berkuasa di Uni Eropa dan negara anggota NATO. Tapi sejak itu dia beralih ke nasionalisme populis dan mengkritik kebijakan Barat terhadap Rusia serta Balkan.

Baca: Prancis Tetap Buka Peluang Kirim Jet Tempur ke Ukraina

Milanovic telah membangun reputasi sebagai sosok pro-Rusia, yang berulang kali dia bantah. Namun dalam beberapa bulan terakhir, dia secara terbuka menentang masuknya Finlandia dan Swedia ke dalam NATO serta pelatihan pasukan Ukraina di Kroasia sebagai bagian dari bantuan Uni Eropa ke negara yang diperangi itu.

Pada hari Senin, presiden Kroasia itu memperluas narasinya dengan mengatakan dia percaya bahwa Crimea, semenanjung Laut Hitam yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014, tidak akan pernah lagi menjadi bagian dari Ukraina.

Setelah berbulan-bulan ragu-ragu, Amerika Serikat (AS) mengatakan akan mengirim 31 tank tempur Abrams seberat 70 ton ke Ukraina, dan Jerman mengumumkan akan mengirim 14 tank Leopard 2 serta mengizinkan negara lain untuk melakukan hal yang sama.

"Dari 2014 hingga 2022, kami menyaksikan bagaimana seseorang memprovokasi Rusia dengan niat untuk memulai perang ini," ucap Milanovic.

“Apa tujuan perang ini? Perang melawan kekuatan nuklir yang berperang di negara lain? Apakah ada cara konvensional untuk mengalahkan negara seperti itu?” tanya Milanovic.

“Siapa yang membayar harganya? Eropa. Amerika membayar paling sedikit,” ujarnya.

Baca: Biden Tegaskan AS Tak Akan Beri Ukraina Jet Tempur F-16

“Setahun telah berlalu dan kita baru sekarang berbicara tentang tank,” kata Milanovic.

“Tidak ada satu pun tank Amerika yang akan pergi ke Ukraina dalam setahun. Hanya tank Jerman yang akan dikirim ke sana,” imbuhnya.

Meskipun jabatan presiden sebagian besar bersifat seremonial di Kroasia, Milanovic secara resmi adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata. Pernyataan anti-Barat terbarunya telah mempermalukan dan membuat kesal pemerintah negara yang telah mendukung penuh Ukraina dalam perjuangannya melawan agresi Rusia.

Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic bereaksi terhadap posisi sang presiden dengan mengatakan mereka secara langsung merugikan posisi kebijakan luar negeri Kroasia.

“Ringkasan dari narasi itu adalah: mari kita duduk sesegera mungkin, biarkan Rusia mengambilnya. Saya tidak tahu berapa ribu kilometer persegi Ukraina dan lupakan tentang perluasan NATO,” kata Plenkovic.

Baca: Gawat Bagi Rusia, Polandia akan Kirim Jet Tempur F-16 ke Ukraina dengan Syarat Ini
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved