Rusia Ungkap Lebih Banyak Bukti Biolab AS di Ukraina, Kali Ini Terkait HIV/AIDS
Selasa, 31 Januari 2023 - 07:54 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan dokumen yang berasal dari Badan Pengurangan Ancaman Pertahanan (DTRA) Pentagon, militer Rusia mengidentifikasi delapan orang lagi yang terlibat dalam penelitian yang didanai AS di Ukraina.
Baca juga: Prancis Tetap Buka Peluang Kirim Jet Tempur ke Ukraina
Di antara nama-nama yang disebut Kirillov adalah Karen Saylors dari Labyrinth Global Health, sebelumnya bernama Metabiota, perusahaan yang terkait dengan Hunter, putra Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.
“Harta karun dokumen terbaru, milik perusahaan Pharmbiotest, ditemukan di Lisichansk di Republik Rakyat Luhansk (LPR) awal Januari,” ungkap Kirillov.
“Sampel klinis dan catatan pasien dengan data pribadi mereka dikubur, dan tidak dikremasi atau dihancurkan dengan cara yang semestinya. Ini menunjukkan bahwa penghancuran barang bukti ini dilakukan dengan sangat tergesa-gesa,” papar letnan jenderal itu.
Pada Oktober 2022, Rusia mengajukan pengaduan resmi atas dugaan aktivitas biologis yang didukung AS di Ukraina dan meminta penyelidikan PBB atas masalah tersebut.
Dewan Keamanan PBB menolak proposal Moskow setelah AS, Inggris, dan Prancis memberikan suara menentangnya.
Baca juga: Prancis Tetap Buka Peluang Kirim Jet Tempur ke Ukraina
Di antara nama-nama yang disebut Kirillov adalah Karen Saylors dari Labyrinth Global Health, sebelumnya bernama Metabiota, perusahaan yang terkait dengan Hunter, putra Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.
“Harta karun dokumen terbaru, milik perusahaan Pharmbiotest, ditemukan di Lisichansk di Republik Rakyat Luhansk (LPR) awal Januari,” ungkap Kirillov.
“Sampel klinis dan catatan pasien dengan data pribadi mereka dikubur, dan tidak dikremasi atau dihancurkan dengan cara yang semestinya. Ini menunjukkan bahwa penghancuran barang bukti ini dilakukan dengan sangat tergesa-gesa,” papar letnan jenderal itu.
Pada Oktober 2022, Rusia mengajukan pengaduan resmi atas dugaan aktivitas biologis yang didukung AS di Ukraina dan meminta penyelidikan PBB atas masalah tersebut.
Dewan Keamanan PBB menolak proposal Moskow setelah AS, Inggris, dan Prancis memberikan suara menentangnya.
Lihat Juga :