WHO Sebut Covid-19 Masih Menjadi Kondisi Darurat Internasional

Selasa, 31 Januari 2023 - 02:30 WIB
loading...
WHO Sebut Covid-19 Masih...
WHO Sebut Covid-19 Masih Menjadi Kondisi Darurat Internasional. FOTO/Reuters
A A A
JENEWA - Tiga tahun setelah Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) mengumumkan tingkat kewaspadaan global tertinggi atas Covid-19 , pada Senin (30/1/2023), dinyatakan bahwa pandemi corona tetap menjadi kondisi darurat internasional.

Seperti dilaporkan AFP, komite darurat badan kesehatan PBB untuk Covid-19 bertemu Jumat lalu untuk ke-14 kalinya sejak dimulainya krisis. Setelah pertemuan itu, kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus setuju dengan saran yang diberikan oleh komite terkait pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.

Baca: Di Perayaan Imlek Nasional 2023, Jokowi Kenang Masa Awal Pandemi Covid-19

“Menetapkan bahwa peristiwa tersebut terus menjadi darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC)," kata WHO dalam sebuah pernyataan.

Tedros mengakui pandangan komite bahwa pandemi Covid-19 mungkin berada pada titik transisi dan menghargai saran komite untuk menavigasi transisi ini dengan hati-hati dan mengurangi potensi konsekuensi negatif.

Bahkan sebelum pertemuan tersebut, kepala WHO telah menyarankan fase darurat pandemi belum berakhir, menunjuk pada lonjakan jumlah kematian dan memperingatkan bahwa tanggapan global terhadap krisis “tetap tertatih-tatih.”

“Saat kita memasuki tahun keempat pandemi, kita tentu berada dalam posisi yang jauh lebih baik sekarang daripada tahun lalu, ketika gelombang omicron mencapai puncaknya, dan lebih dari 70.000 kematian dilaporkan ke WHO setiap minggu,” katanya kepada komite.

Baca: Covid-19 Tidak Bisa Diprediksi, Vaksinasi Dinilai Tetap Penting

Tedros mengatakan, angka kematian mingguan turun di bawah 10.000 pada Oktober, tetapi telah meningkat lagi sejak awal Desember. Sementara pencabutan pembatasan Covid-19 di China telah menyebabkan lonjakan kematian.

“Pada pertengahan Januari, hampir 40.000 kematian mingguan Covid-19 dilaporkan – lebih dari setengahnya di China – sementara jumlah sebenarnya “pasti jauh lebih tinggi,” katanya.

WHO pertama kali mendeklarasikan apa yang disebut PHEIC ketika apa yang kemudian disebut novel coronavirus mulai menyebar ke luar China pada 30 Januari 2020.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
WHO Ungkap Lebih dari...
WHO Ungkap Lebih dari 16.500 Orang di Gaza Butuh Perawatan Medis Mendesak
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Masih Menjadi Misteri,...
Masih Menjadi Misteri, Benarkah Harimau Jawa Belum Punah?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved