Estonia: Rusia Mungkin Kehabisan Rudal dalam Tiga Bulan

Sabtu, 28 Januari 2023 - 21:29 WIB
loading...
A A A
Grosberg bukan satu-satunya pejabat yang memperkirakan akhir serangan Rusia karena pasokan rudal. Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Oleksiy Danilov kepada outlet berita Ukraina Pravda bulan lalu juga mengatakan bahwa Rusia hanya memiliki cukup rudal untuk melakukan tiga hingga empat serangan lagi.

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov juga mengatakan dalam sebuah postingan di Twitter pada awal bulan ini bahwa pasukan Rusia hanya memiliki 90 drone buatan Iran, yang telah digunakan untuk menyerang Ukraina, yang tersisa.

Kementerian Pertahanan Rusia pada akhir Desember berjanji bahwa mereka "tidak akan pernah" kehabisan Kalibr, sejenis rudal jelajah Rusia.

Sejak Oktober 2022, Rusia telah melakukan gelombang serangan terhadap Ukraina, menargetkan wilayah sipil dan infrastruktur penting seperti fasilitas energi. Serangan dimulai setelah Jembatan Selat Kerch, yang menghubungkan Rusia ke semenanjung Crimea yang diduduki dan juga merupakan jalur pasokan utama bagi pasukan Putin, dihantam ledakan pada Oktober.

Baca: Bilang Eropa Sedang Perang dengan Rusia, Menlu Jerman Dikecam Ramai-ramai

Ukraina tidak secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut, tetapi Putin menyalahkan Ukraina, menyebutnya sebagai tindakan "terorisme", dan berjanji untuk meresponsnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Wabah Parasit di Michigan...
Wabah Parasit di Michigan Meluas, Lebih dari 3.300 Orang Terinfeksi
Gempur Yordania, Iran...
Gempur Yordania, Iran Klaim Hancurkan Beberapa Drone MQ-9 dan Hanggar Jet Tempur AS
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
Berita Terkini
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved