Bilang Eropa Sedang Perang dengan Rusia, Menlu Jerman Dikecam Ramai-ramai
Sabtu, 28 Januari 2023 - 13:19 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menuai kecaman setelah menyebut Uni Eropa sedang berperang melawan Rusia. Foto/REUTERS
A
A
A
BERLIN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Annalena Baerbock telah menghadapi gelombang kecaman di dalam negeri dan di kawasan Eropa. Pemicunya, karena dia mengatakan di Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) bahwa Uni Eropa sedang perang dengan Rusia .
Komentar itu membuat para politisi oposisi mempertanyakan apakah dia cocok untuk menjalani pekerjaan sebagai diplomat top Jerman.
"Pernyataan Baerbock bahwa Jerman berperang dengan Rusia menunjukkan bahwa dia tidak cocok untuk pekerjaannya," tulis anggota Bundestag (Parlemen) Sahra Wagenknecht, mantan ketua Partai Kiri (Left Party), di Twitter.
"Seorang menteri luar negeri harus menjadi diplomat top dan tidak bertindak seperti gajah di toko China," lanjut dia, menuduh Baerbock telah menginjak-injak reputasi Jerman.
Baca juga: Menlu Jerman: Uni Eropa Berperang Melawan Rusia
Selama debat pada hari Selasa, Baerbock mengatakan negara-negara Eropa sedang berperang melawan Rusia dan harus berbuat lebih banyak untuk mempertahankan Ukraina. Komentarnya telah ditepis negara Eropa lainnya, termasuk Prancis.
Komentar itu membuat para politisi oposisi mempertanyakan apakah dia cocok untuk menjalani pekerjaan sebagai diplomat top Jerman.
"Pernyataan Baerbock bahwa Jerman berperang dengan Rusia menunjukkan bahwa dia tidak cocok untuk pekerjaannya," tulis anggota Bundestag (Parlemen) Sahra Wagenknecht, mantan ketua Partai Kiri (Left Party), di Twitter.
"Seorang menteri luar negeri harus menjadi diplomat top dan tidak bertindak seperti gajah di toko China," lanjut dia, menuduh Baerbock telah menginjak-injak reputasi Jerman.
Baca juga: Menlu Jerman: Uni Eropa Berperang Melawan Rusia
Selama debat pada hari Selasa, Baerbock mengatakan negara-negara Eropa sedang berperang melawan Rusia dan harus berbuat lebih banyak untuk mempertahankan Ukraina. Komentarnya telah ditepis negara Eropa lainnya, termasuk Prancis.
Lihat Juga :