Peran Miliarder Rusia Abramovich dalam Perundingan Moskow-Kiev Kian Berkurang
Jum'at, 27 Januari 2023 - 23:09 WIB
loading...
A
A
A
“Dia dapat berperan jika ada kebutuhan untuk terlibat dalam beberapa masalah,” papar Mikhail Podolyak, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
“Tapi itu bukan peran mediator yang dia miliki di putaran pertama proses negosiasi,” ujar dia.
Sementara outlet seperti Financial Times mengklaim Abramovich secara pribadi "diberkati" oleh Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menengahi pembicaraan damai, Kremlin menyatakan pengusaha tersebut bukan negosiator resmi Rusia tetapi terlibat dalam memastikan kontak antara Moskow dan Kiev.
WSJ juga mengklaim beberapa orang di Barat curiga terhadap tekad Abramovich untuk berpartisipasi dalam pembicaraan, dengan beberapa menduga itu mungkin merupakan upaya menghindari sanksi dan menyelamatkan apa yang tersisa dari kekayaannya yang hampir USD15 miliar. Sejak awal konflik Ukraina, Abramovich dilaporkan telah kehilangan sekitar USD5,6 miliar.
Dia ditempatkan pada daftar sanksi di Uni Eropa, Inggris dan Kanada tak lama setelah Rusia melancarkan operasi militernya di Ukraina pada akhir Februari tahun lalu.
Bulan lalu, Ottawa menjadi anggota G7 pertama yang mengumumkan rencana menyita aset miliarder tersebut.
“Tapi itu bukan peran mediator yang dia miliki di putaran pertama proses negosiasi,” ujar dia.
Sementara outlet seperti Financial Times mengklaim Abramovich secara pribadi "diberkati" oleh Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menengahi pembicaraan damai, Kremlin menyatakan pengusaha tersebut bukan negosiator resmi Rusia tetapi terlibat dalam memastikan kontak antara Moskow dan Kiev.
WSJ juga mengklaim beberapa orang di Barat curiga terhadap tekad Abramovich untuk berpartisipasi dalam pembicaraan, dengan beberapa menduga itu mungkin merupakan upaya menghindari sanksi dan menyelamatkan apa yang tersisa dari kekayaannya yang hampir USD15 miliar. Sejak awal konflik Ukraina, Abramovich dilaporkan telah kehilangan sekitar USD5,6 miliar.
Dia ditempatkan pada daftar sanksi di Uni Eropa, Inggris dan Kanada tak lama setelah Rusia melancarkan operasi militernya di Ukraina pada akhir Februari tahun lalu.
Bulan lalu, Ottawa menjadi anggota G7 pertama yang mengumumkan rencana menyita aset miliarder tersebut.
Lihat Juga :