Donald Trump: Pertama Tank lalu Nuklir, Akhiri Perang Gila Ukraina!
Jum'at, 27 Januari 2023 - 07:19 WIB
loading...
A
A
A
Biden telah menunjukkan kesadarannya akan bahaya perang nuklir, memperingatkan risiko "Armageddon", tetapi melakukannya dengan cara yang menunjukkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menggunakan senjata nuklir.
Faktanya, Putin mengatakan pasukan nuklir Rusia telah disiagakan tinggi karena pernyataan agresif oleh NATO tentang Rusia membayar harga yang mahal untuk operasi militernya di Ukraina, dan dia mengatakan perang nuklir tidak dapat memiliki pemenang dan tidak boleh diperjuangkan.
Biden juga telah mengabaikan beberapa upaya Moskow untuk memulai negosiasi untuk mengakhiri konflik di Ukraina dan menyarankan Kiev untuk menahan diri dari pembicaraan damai, menyematkan pertimbangan mereka pada penarikan pasukan Rusia dari wilayah berbahasa Rusia yang memilih untuk meninggalkan Ukraina dan bergabung dengan Federasi Rusia.
Moskow mengeklaim operasi militer khusus diluncurkan pada Februari 2022 dengan tujuan menetralkan Ukraina sebagai pangkalan potensial senjata NATO.
Operasi itu terjadi setelah pembicaraan berbulan-bulan gagal di mana para diplomat Washington mengatakan garis merah keamanan Rusia adalah "non-starter" dan Kiev secara dramatis meningkatkan serangannya terhadap pemberontak di wilayah Donbas yang berbahasa Rusia.
Faktanya, Putin mengatakan pasukan nuklir Rusia telah disiagakan tinggi karena pernyataan agresif oleh NATO tentang Rusia membayar harga yang mahal untuk operasi militernya di Ukraina, dan dia mengatakan perang nuklir tidak dapat memiliki pemenang dan tidak boleh diperjuangkan.
Biden juga telah mengabaikan beberapa upaya Moskow untuk memulai negosiasi untuk mengakhiri konflik di Ukraina dan menyarankan Kiev untuk menahan diri dari pembicaraan damai, menyematkan pertimbangan mereka pada penarikan pasukan Rusia dari wilayah berbahasa Rusia yang memilih untuk meninggalkan Ukraina dan bergabung dengan Federasi Rusia.
Moskow mengeklaim operasi militer khusus diluncurkan pada Februari 2022 dengan tujuan menetralkan Ukraina sebagai pangkalan potensial senjata NATO.
Operasi itu terjadi setelah pembicaraan berbulan-bulan gagal di mana para diplomat Washington mengatakan garis merah keamanan Rusia adalah "non-starter" dan Kiev secara dramatis meningkatkan serangannya terhadap pemberontak di wilayah Donbas yang berbahasa Rusia.
(min)
Lihat Juga :