7 Fakta Rudal HAWK Israel yang Diminta AS untuk Lawan Rusia

Kamis, 26 Januari 2023 - 21:10 WIB
loading...
7 Fakta Rudal HAWK Israel...
Rudal HAWK diproduksi Amerika Serikat. Foto/twitter
A A A
TEL AVIV - Rudal HAWK yang tergolong sebagai senjata tua buatan Amerika Serikat (AS) ini rupanya masih memiliki tajinya tersendiri di medan tempur.

Baru-baru ini sempat terjadi perdebatan terkait rudal HAWK, sebab Israel yang masih menyimpan senjata tersebut enggan menuruti perintah AS untuk mengirim peluru kendali itu ke Ukraina.

Israel menolak lantaran khawatir akan memicu ketegangan dengan Rusia, di mana kedua negara ini memang telah menjalin hubungan yang baik.

Terdapat beberapa fakta menarik berkaitan dengan rudal HAWK, diantaranya sebagai berikut:

1. Beroperasi Sejak 1960

Menurut Army Recognition, HAWK (Hoaming All the Way Killer) yang dirancang oleh Perusahaan Pertahanan Amerika sejak 1954.

Uji coba untuk senjata ini pertama kali dilakukan pada tahun 1956. Hingga pada akhirnya rudal HAWK mulai beroperasi di tahun 1960-an.

2. Pernah Jadi Senjata Andalan di Wilayah Konflik

Sejak kemunculannya tahun 1960, rudal HAWK mulai diminati beberapa negara. Tercatat bahwa senjata ini pernah digunakan selama krisis di Kuba, Perang Vietnam, hingga perang di Teluk Persia.

Selain itu HAWK juga turut andil dalam pertempuran antara Palestina-Israel, perang Iran-Irak, hingga invasi Irak ke Kuwait.

3. Memiliki Tiga Varian

Tiga varian rudal ini yakni HAWK fase I yang digunakan pada tahun 1979 hingga 1981. Kemudian HAWK fase II, beroperasi pada tahun 1983 hingga 1986.

Kemudian terakhir yakni fase III digunakan sejak 1989 hingga awal 2000-an.

4. Jangkauan dan Kecepatan

Rudal HAWK yang diluncurkan menggunakan motor dorong ganda ini memiliki jangkauan minimum 2 km, dan jangkauan maksimum 25 km, dengan ketinggian minimum 60 meter, dan ketinggian maksimal mencapai 11.000 meter.

Melansir dari Forbes, versi upgrade dari HAWK ini dapat mencapai kecepatan Mach 2,5, meskipun tidak memiliki kemampuan menangani gangguan dari rudal modern.

5. Telah Dimuseumkan oleh Beberapa Negara

Veteran tua yang namanya kembali mencuat ini telah ditemukan di beberapa museum militer di beberapa negara seperti, di Fort Bliss AS, kemudian ada juga di Denmark dan Yunani.

6. Posisinya telah Tergantikan

Pernah menjadi senjata andalan di beberapa dekade lalu, rudal HAWK kini hanya menjadi penghias gudang senjata di beberapa negara.

Posisinya di Negeri Paman Sam sendiri telah digantikan rudal Patriot yang dinilai lebih mumpuni sejak awal tahun 2000-an silam.

7. Meski Tua Namun Masih Bisa Digunakan

Dalam pidato Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin beberapa waktu lalu sempat mengungkapkan, "Rudal HAWK memang bukan lagi teknologi canggih. Namun masih bisa membantu suatu negara untuk mempertahankan diri."

Namun ancaman besar yang menanti HAWK saat ini adalah banyaknya drown murah berteknologi canggih dalam perang yang membuat kinerja rudal veteran tersebut semakin tenggelam.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Didier Deschamps Absen...
Didier Deschamps Absen Dampingi Prancis di Piala Dunia 2026 usai Ibunda Meninggal Dunia
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved