Mendadak Sambangi Yordania, Netanyahu Dilaporkan Bersumpah Tegakkan Status Quo Al-Aqsa

Rabu, 25 Januari 2023 - 05:16 WIB
loading...
Mendadak Sambangi Yordania,...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan Raja Yordania Raja Abdullah II di Amman pada Januari 2014. Foto/Foreign Policy
A A A
AMMAN - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan berjanji kepada Raja Yordania Abdullah II bahwa dia akan mempertahankan status quo di Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki selama perjalanan mendadak ke kerajaan tersebut.

Berbicara kepada Channel 12 Israel, seorang sumber diplomatik mengatakan bahwa telah ada kesepahaman antara kedua pemimpin tersebut meskipun hubungan diplomatiknya rendah sepanjang masa yang disamakan dengan "perang dingin".

“Itu adalah pertemuan yang bagus yang menggarisbawahi tahun-tahun keakraban yang dimiliki para pemimpin satu sama lain,” kata sumber itu seperti dikutip dari Middle East Eye, Rabu (25/1/2023).

Kunjungan mendadak Netanyahu pada Selasa datang tak lama setelah ia kembali berkuasa pada Desember sebagai kepala koalisi termasuk fundamentalis agama dan sayap kanan. Netanyahu sebelumnya menjadi perdana menteri Israel dari 2009 hingga 2021.

Ini adalah perjalanan resmi pertamanya ke luar negeri sejak menjabat kembali.

Sementara itu, istana kerajaan Yordania mengatakan kedua pemimpin membahas pentingnya menghormati sejarah dan hukum status quo sambil menekankan kebutuhan untuk menjaga ketenangan dan menghentikan semua tindakan kekerasan, untuk membuka jalan bagi cakrawala politik bagi proses perdamaian.

Raja Yordania, Abdullah, juga menyerukan diakhirinya tindakan apa pun yang dapat merusak prospek perdamaian dan menegaskan kembali posisi teguh Yordania dalam mendukung solusi dua negara untuk masalah Israel-Palestina.

Baca: Raja Yordania: Jika Israel Menginginkan Konflik Kami Cukup Siap!

Sedangkan kantor Netanyahu mengatakan mereka membahas masalah regional dan hubungan bilateral.

Situasi di sekitar Masjid al-Aqsa sedang penung dengan ketegangan dalam beberapa bulan terakhir.

Menteri sayap kanan dalam pemerintahan baru Israel telah menyatakan keinginan untuk meningkatkan kehadiran dan orang Yahudi berdoa di situs tersebut, yang dikenal sebagai Temple Mount bagi orang Yahudi. Selama beberapa dekade, orang Yahudi telah dilarang berdoa di halaman masjid.

Pekan lalu, pasukan Israel melarang duta besar Yordania memasuki al-Aqsa, yang memicu kecaman dari Amman.

Ghassan Majali dihentikan di Bab al-Asbat (Gerbang Singa), menuju ke halaman masjid, dan diminta memberikan izin untuk mengunjungi situs tersebut.

Utusan itu kemudian pergi sebagai protes, menurut laporan media Palestina.

Baca: Yordania Marah Besar ke Israel, Utusannya Dihalangi Masuk Masjid Al-Aqsa

Namun, menurut Times of Israel, polisi Israel mengatakan mereka tidak menolak Majali masuk.

Polisi mengatakan petugas di tempat kejadian tidak mengenali Majali dan meminta klarifikasi kepada komandannya, yang menyebabkan penundaan.

Sebagai bagian dari pemahaman puluhan tahun antara Israel dan Yordania - yang tetap menjadi penjaga situs Islam dan Kristen di Yerusalem setelah kehilangan wilayah timur kota ke Israel dalam perang Timur Tengah 1967 - urusan masjid dimaksudkan untuk menjadi satu-satunya tanggung jawabDepartemenWakaf, sebuah perwalian bersama Islam Yordania-Palestina.

Di bawah perjanjian, yang biasa disebut status quo, umat Islam harus diizinkan memasuki masjid tanpa batasan sementara non-Muslim dapat berkunjung setelah mendapat persetujuan dari Departemen Wakaf.

Otoritas Israel telah berulang kali melanggar ketentuan perjanjian serta memfasilitasi kunjungan pemukim dan kelompok ultranasionalis tanpa persetujuan Departemen Wakaf.

Polisi Israel baru-baru ini dituduh menutup mata terhadap orang Yahudi yang berdoa yang terjadi di halaman masjid, yang diperingatkan oleh warga Palestina dan Yordania sebagai pelanggaran berbahaya terhadap status quo.

Baca: Yordania Kutuk Kunjungan Menteri Israel ke Masjid Al-Aqsa
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Sepak Pojok Jadi Mimpi...
Sepak Pojok Jadi Mimpi Buruk! Aljazair Comeback Dramatis, Yordania Tersingkir
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Pakai Uang Pribadi,...
Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia
Rekomendasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Berita Terkini
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Infografis
Yossi Cohen, Mantan...
Yossi Cohen, Mantan Kepala Mossad yang Menantang Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved