Fakta Rasmus Paludan, Pelaku Pembakar Alquran Asal Swedia

Selasa, 24 Januari 2023 - 16:00 WIB
loading...
A A A
Wilayah tersebut merupakan wilayah yang banyak dihuni warga Muslim di Swedia. Aksinya itu pun berujung pada kerusuhan akibat demonstrasi massa. Insiden ini mendorong sekitar 200 pengunjuk rasa untuk melempari polisi dengan batu yang hadir guna mendampingi Paludan pada saat pembakaran Alquran. Massa kemudian membakar sejumlah kendaraan polisi.

Akibatnya, sebanyak sembilan polisi terluka dalam kerusuhan itu. Menurut keterangan, di TKP terlihat mobil terbakar dan puluhan pria bertopeng menyerang mobil polisi tersebut. Beberapa petugas polisi dilarikan ke rumah sakit akibat kerusuhan tersebut.

Baca: Usai Bakar Al-Qur'an, Rasmus Paludan: Banyak Orang Ancam Bunuh Saya!

3. Menuai Banyak Kecaman
Dari aksi pembakaran Alquran pada Sabtu lalu, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengecam Paludan. Paludan membakar kitab suci umat Islam di depan Kedutaan Turki di Stockholm. Kristersson menyebut pembakaran Alquran adalah aksi yang tidak sopan oleh politisi sayap kanan yang sangat membenci Islam itu.

Turki pun membatalkan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson ke Ankara yang seharusnya berlangsung pada Sabtu kemarin. Pembakaran Alquran itu juga dikecam oleh Kementerian Luar Negeri dari beberapa negara bagian, seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA). Bentuk gerakan rasisme dan diskriminatif di Eropa sudah berada di level Islamofobia yang sangat mengkhawatirkan.

4. Banyak Melakukan Aksi Provokatif
Rasmus Paludan pernah dijatuhi hukuman penjara selama dua bulan karena aksi provokatifnya pada 2019. Paludan dituntut atas 14 dakwaan, termasuk rasisme, penghinaan, dan mengemudi secara sembarangan. Ia juga dilarang beraktivitas sebagai pengacara selama tiga tahun dan mendapat larangan mengemudi selama setahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hina Umat Islam, Pemukim...
Hina Umat Islam, Pemukim Israel Bakar Salinan Al-Quran di Yerusalem
Suami Bejat, Terbukti...
Suami Bejat, Terbukti Bantu 120 Pria Beli Layanan Seks Istrinya
Negara NATO Ini Ingin...
Negara NATO Ini Ingin Beli Rudal yang Mampu Menghancurkan Rusia
Ukraina Beli 150 Jet...
Ukraina Beli 150 Jet Tempur Gripen Swedia, Perang Melawan Rusia Kian Panas
Anggota NATO Ini Minta...
Anggota NATO Ini Minta Warganya untuk Siap Siaga Hadapi Perang dengan Rusia
Warga Swedia Berlomba...
Warga Swedia Berlomba Timbun Makanan untuk Hadapi Perang Dunia III
Lupakan Pil, Dokter...
Lupakan Pil, Dokter Swedia Mulai Resepkan Traveling untuk Penyebuhan Penyakit
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved