Intel Rusia Tuduh Ukraina Kerahkan HIMARS Amerika ke Pembangkit Nuklir

Selasa, 24 Januari 2023 - 09:17 WIB
loading...
Intel Rusia Tuduh Ukraina...
Badan intelijen Rusia tuduh Ukraina kerahkan sistem roket canggih HIMARS pasokan AS ke situs pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Rivne. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Badan Intelijen Asing Rusia (SVR) menuduh Ukraina mengerahkan sistem roket canggih HIMARS pasokan Amerika Serikat (AS) ke pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Rivne.

Selain HIMARS, kata SVR, senjata-senjata lain pasokan Barat juga dikerahkan ke situs nuklir Rivne dan situs nuklir lainnya.

Tuduhan SVR tidak disertai bukti dan klaim tersebut belum bisa diverifikasi secara independen.

Dalam sebuah pernyataan, SVR mengatakan peluncur roket HIMARS, sistem pertahanan udara, dan amunisi artileri yang dipasok AS telah dikirim ke stasiun PLTN Rivne di barat laut Ukraina.

Baca juga: Tetangga Indonesia Ini Akan Beli 20 Sistem HIMARS AS seperti yang Digunakan Ukraina

"Angkatan Bersenjata Ukraina menyimpan senjata dan amunisi yang disediakan oleh Barat di wilayah pembangkit listrik tenaga nuklir," katanya, menambahkan bahwa pengiriman senjata ke PLTN Rivne telah dilakukan pada minggu terakhir bulan Desember.

Sementara itu, Ukraina membantah tuduhan Rusia. Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky; Mykhailo Podolyak, mengatakan negaranya tidak pernah menggunakan PLTN untuk menyimpan senjata.

"Ukraina tidak pernah menyimpan senjata apa pun di wilayah PLTN, seperti yang diklaim oleh Badan Intelijen Asing Rusia. Sebaliknya, Federasi Rusia merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia dan menempatkan militernya di sana," katanya di Twitter, seperti dikutip Reuters, Selasa (24/1/2023).

Podolyak mengatakan bahwa Ukraina tetap terbuka untuk badan pengawas, termasuk IAEA dan bahwa kebohongan Rusia ditujukan untuk membenarkan provokasi mereka.

Baca juga: Rusia Klaim Berhasil Hancurkan HIMARS AS dan Habisi 130 Tentara Asing di Ukraina

Banyak PLTN Ukraina telah menjadi fokus perhatian sejak awal konflik.

Rusia merebut PLTN Chernobyl yang sudah tidak berfungsi kurang dari 48 jam setelah pasukannya menyerbu Ukraina. Pasukan Moskow juga merebut PLTN Zaporizhzhia--PLTN terbesar di Eropa--pada awal perang.

Baik Kiev dan Moskow saling menuduh menembaki situs nuklir Zaporizhzhia dan Ukraina mengatakan Rusia menggunakan situs itu sebagai depot senjata secara de facto.

Badan pengawas nuklir PBB, IAEA, telah menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan di dekat PLTN Zaporizhzhia, memperingatkan risiko bencana nuklir.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved