Tak Pernah Kapok Bakar Al-Quran, Inilah Sisi Gelap Rasmus Paludan
Minggu, 22 Januari 2023 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Pejabat Turki turun ke Twitter Sabtu untuk mengutuk aktivis anti-Islam Rasmus Paludan yang membakar Al-Quran.
Ibrahim Kalin, juru bicara presiden Turki, menyebutnya sebagai kejahatan kebencian terhadap kemanusiaan.
Juru bicara partai berkuasa Omer Celik menuduh pihak berwenang Swedia melindungi kejahatan rasial.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada wartawan bahwa menyerang Al-Qur'an tidak dapat dianggap sebagai kebebasan berekspresi.
Sisi Gelap Rasmus Paludan
Rasmus Paludan adalah ekstrimis sayap kanan dan politikus Denmark-Swedia yang memimpin partai sayap kanan Stram Kurs (Garis Keras) Denmark.
Dia beberapa kali menggelar acara pembakaran Al-Qur'an yang berujung pada protes tandingan yang ditandai dengan aksi kekerasan dan pembakaran mobil.
Pekan lalu, dia membakar patung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Stockholm.
Dalam izin yang diperolehnya dari polisi, dikatakan protesnya dilakukan terhadap Islam dan apa yang disebut upaya Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk mempengaruhi kebebasan berekspresi di Swedia.
Tahun lalu di bulan April selama bulan suci Ramadhan, Paludan mengumumkan akan melakukan “tur pembakaran Alquran” dan mulai membakar kitab suci umat Islam di tempat-tempat yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.
Kecaman Dunia
Ibrahim Kalin, juru bicara presiden Turki, menyebutnya sebagai kejahatan kebencian terhadap kemanusiaan.
Juru bicara partai berkuasa Omer Celik menuduh pihak berwenang Swedia melindungi kejahatan rasial.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada wartawan bahwa menyerang Al-Qur'an tidak dapat dianggap sebagai kebebasan berekspresi.
Sisi Gelap Rasmus Paludan
Rasmus Paludan adalah ekstrimis sayap kanan dan politikus Denmark-Swedia yang memimpin partai sayap kanan Stram Kurs (Garis Keras) Denmark.
Dia beberapa kali menggelar acara pembakaran Al-Qur'an yang berujung pada protes tandingan yang ditandai dengan aksi kekerasan dan pembakaran mobil.
Pekan lalu, dia membakar patung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Stockholm.
Dalam izin yang diperolehnya dari polisi, dikatakan protesnya dilakukan terhadap Islam dan apa yang disebut upaya Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk mempengaruhi kebebasan berekspresi di Swedia.
Tahun lalu di bulan April selama bulan suci Ramadhan, Paludan mengumumkan akan melakukan “tur pembakaran Alquran” dan mulai membakar kitab suci umat Islam di tempat-tempat yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.
Kecaman Dunia
Lihat Juga :