Tak Pakai Sabuk Pengaman, PM Inggris Diselidiki Polisi

Jum'at, 20 Januari 2023 - 18:00 WIB
loading...
Tak Pakai Sabuk Pengaman,...
PM Inggris Rishi Sunak diselidiki polisi setelah kedapatan tidak memakai sabuk pengaman. Foto/BBC
A A A
LONDON - Polisi Lancashire Inggris sedang menyelidiki Perdana Menteri (PM) Rishi Sunak setelah kedapatan tidak mengenakan sabuk pengaman saat menumpang sebuah mobil dalam sebuah video.

Sunak telah meminta maaf atas insiden tersebut, mengatakan itu adalah kesalahan untuk melepas sabuk pengamannya buat merekam video bagi kepentingan media sosial.

"Tuan Sunak sepenuhnya menerima ini adalah kesalahan dan meminta maaf," kata juru bicaranya kepada wartawan.

"Perdana Menteri percaya setiap orang harus mengenakan sabuk pengaman," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Jumat (20/1/2023).

Diketahui, Perdana Menteri Inggris itu berada di Lancashire ketika video itu direkam, selama perjalanan melintasi wilayah utara negara itu.

Baca: 2 Sekolah di Inggris Larang Siswa Lakukan Semua Bentuk Kontak Fisik

Video - untuk mempromosikan putaran terakhir "peningkatan" pengeluaran pemerintah - telah diposting di akun Instagram Sunak sebelumnya.

Dalam klip yang berdurasi sekitar satu menit, Sunak terlihat berbicara ke kamera saat mobil melaju, dengan sepeda motor polisi muncul sebentar di latar belakangnya.

Partai Buruh mengatakan video Sunak menambah penampilan yang menyakitkan tanpa akhir setelah dia terlihat berjuang untuk melakukan pembayaran tanpa kontak dengan kartu kreditnya tahun lalu.

"Rishi Sunak tidak tahu bagaimana mengelola sabuk pengaman, kartu debitnya, layanan kereta api, ekonomi, negara ini," kata seorang juru bicara Partai Buruh.

"Daftar ini bertambah setiap hari, dan itu membuat tontonan menyakitkan yang tak ada habisnya," imbuhnya.

Insiden itu menyusul kritik terhadap perdana menteri karena bepergian dengan jet RAF untuk serangkaian kunjungan resmi pada hari Kamis.

Baca: Perawat di Seluruh Inggris Kembali Lakukan Aksi Mogok Kerja

Sunak melakukan perjalanan 230 mil ke Blackpool dari London dengan pesawat, sebelum kemudian terbang 120 mil ke Darlington.

Wakil pemimpin Demokrat Liberal Daisy Cooper berkata: "Sepertinya PM terlalu terbiasa terbang dengan jet pribadi sehingga dia lupa mengenakan sabuk pengaman di dalam mobil."

Untuk diketahui di Inggris penumpang yang kedapatan tidak mengenakan sabuk pengaman saat tersedia, kecuali dilindungi oleh pengecualian yang sah, dapat diberikan denda 100 poundsterling atau sekitar Rp1,8 juta di tempat. Denda dapat meningkat menjadi 500 poundsterling (Rp9,3 juta) jika kasusnya dibawa ke pengadilan.

Penumpang berusia 14 tahun ke atas bertanggung jawab untuk memastikan mereka mengenakan sabuk pengaman di dalam mobil, van, dan kendaraan barang lainnya jika ada. Sedangkan pengemudi bertanggung jawab atas penumpang di bawah 14 tahun.

Pengecualian termasuk memiliki surat keterangan dokter karena alasan medis, atau berada di kendaraan yang digunakan untuk polisi, pemadam kebakaran, atau layanan penyelamatan lainnya.

Baca: Paket Bahan Senjata Nuklir dari Pakistan Diduga untuk Iran Disita Inggris
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved