Mantan PM Israel Ehud Barak Serukan Pertempuran Jalanan untuk Gulingkan Netanyahu
Jum'at, 20 Januari 2023 - 08:06 WIB
loading...
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan saat itu Ehud Barak menghadiri konferensi pers di kantor Perdana Menteri di Yerusalem, 21 November 2012. Foto/Miriam Alster/Flash90
A
A
A
TEL AVIV - Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Barak menyerukan agar warga Israel terlibat dalam pertempuran jalanan untuk menggulingkan PM Benjamin Netanyahu.
Dalam artikel yang diterbitkan Yedioth Ahronoth pada Rabu, Barak menegaskan, "Ini adalah pemerintahan terpilih. Itu sah, tetapi tindakan dan rencananya berputar di sekitar kudeta. Ini membuatnya tidak sah."
Dia menambahkan, “Oleh karena itu, menjadi kewajiban setiap warga negara untuk ikut berjuang demi negara, keamanan dan keselamatannya, serta demi nilai-nilai Proklamasi Kemerdekaan, demi kesetaraan, demi persaudaraan manusia, martabat, hak dan kebebasan."
Artikel tersebut, yang diterbitkan hanya dalam bahasa Ibrani, juga menyatakan, "Perjuangan akan diselesaikan melalui demonstrasi di jalan-jalan, alun-alun, tempat kerja, dan ruang pendidikan tinggi karena jutaan orang dijadwalkan turun ke jalan. Pemerintahan yang jahat ini akan runtuh."
Baca juga: Pelacur Bertarif Rp38 Juta Semalam Banjiri Davos, Hibur Tamu Forum Ekonomi Dunia
Dalam artikel lain yang diterbitkan surat kabar yang sama keesokan harinya, Barak memperingatkan, "Saya akan mulai dari akhir. Pertarungan telah dimulai. Ini adalah peringatan yang nyata."
Dia menambahkan, "Ini adalah bahaya yang akan segera terjadi bagi runtuhnya demokrasi Israel. Hal-hal buruk terjadi ketika warga negara yang baik tetap diam. Setiap warga negara yang baik mencari kehidupan di komunitas ini harus bertanya pada diri sendiri: Di mana saya berdiri di tengah perjuangan ini?"
Dalam artikel yang diterbitkan Yedioth Ahronoth pada Rabu, Barak menegaskan, "Ini adalah pemerintahan terpilih. Itu sah, tetapi tindakan dan rencananya berputar di sekitar kudeta. Ini membuatnya tidak sah."
Dia menambahkan, “Oleh karena itu, menjadi kewajiban setiap warga negara untuk ikut berjuang demi negara, keamanan dan keselamatannya, serta demi nilai-nilai Proklamasi Kemerdekaan, demi kesetaraan, demi persaudaraan manusia, martabat, hak dan kebebasan."
Artikel tersebut, yang diterbitkan hanya dalam bahasa Ibrani, juga menyatakan, "Perjuangan akan diselesaikan melalui demonstrasi di jalan-jalan, alun-alun, tempat kerja, dan ruang pendidikan tinggi karena jutaan orang dijadwalkan turun ke jalan. Pemerintahan yang jahat ini akan runtuh."
Baca juga: Pelacur Bertarif Rp38 Juta Semalam Banjiri Davos, Hibur Tamu Forum Ekonomi Dunia
Dalam artikel lain yang diterbitkan surat kabar yang sama keesokan harinya, Barak memperingatkan, "Saya akan mulai dari akhir. Pertarungan telah dimulai. Ini adalah peringatan yang nyata."
Dia menambahkan, "Ini adalah bahaya yang akan segera terjadi bagi runtuhnya demokrasi Israel. Hal-hal buruk terjadi ketika warga negara yang baik tetap diam. Setiap warga negara yang baik mencari kehidupan di komunitas ini harus bertanya pada diri sendiri: Di mana saya berdiri di tengah perjuangan ini?"
Lihat Juga :