Profil Wagner, Kelompok Tentara Bayaran Rusia yang Perang di Ukraina

Kamis, 19 Januari 2023 - 14:12 WIB
loading...
Profil Wagner, Kelompok...
Wagner Group, kelompok tentara bayaran Rusia yang ikut berperang di Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Wagner Group adalah perusahaan militer swasta yang berbasis di Rusia.

Kelompok tentara bayaran ini sedang berperang atas nama Moskow di Ukraina, meski Kremlin tidak pernah secara resmi mengonfirmasi penggunaan kelompok itu dalam perangnya.

Wagner disebut-sebut hanya bekerja untuk satu klien saja, yakni Presiden Rusia Vladimir Putin. Selain di Ukraina, mereka juga dilaporkan beroperasi di Afrika.

Baca juga: Tentara Bayaran Wagner Rusia Bantai 500 Tentara Pro-Ukraina di Soledar

Kelompok tentara bayaran Rusia ini didirikan pada 2014. Salah satu misi pertamanya adalah pencaplokan Crimea dari Ukraina pada 2014—meski Rusia secara resmi menyatakan wilayah itu bergabung melalui referendum setelah kudeta di Kiev.

Wagner membantu pasukan separatis pro-Rusia di Ukraina untuk mengambil alih wilayah-wilayah yang ingin lepas dari pemerintah di Kiev.

Pada awalnya, Rusia menggunakan tentara bayaran untuk memperkuat garis depan. Namun lama-kelamaan, Moskow semakin mengandalkan mereka dalam pertempuran kritis seperti yang terjadi di sekitar kota Bakhmut dan Soledar.

Dmitri Utkrin dianggap sebagai pendiri Wagner. Sekadar diketahui, Utkrin merupakan seorang veteran perang Chechnya, mantan perwira pasukan khusus, serta Letnan Kolonel GRU (badan intelijen militer Rusia).

Wagner dijalankan sekutu terdekat Putin, Yevgeny Prigozhin, seorang pengusaha kaya yang dijuluki sebagai “koki Putin”.

Anggota Wagner adalah mantan militer. Sementara beberapa lainnya adalah mantan narapidana yang sedikit memiliki pengalaman militer.

Pada 2015, tentara bayaran ini berada di Suriah. Mereka berperang bersama pasukan pro-pemerintah Presiden Bashar al-Assad serta menjaga ladang minyak.

Selain itu, mereka juga ada di Libya untuk mendukung pasukan yang setia kepada Jenderal Khalifa Haftar.

Wagner juga diundang Republik Afrika Tengah guna menjaga tambang intan dan diperkirakan pula menjaga tambang emas di Sudan.

Tak hanya itu, pemerintah Mali di Afrika Barat menggunakan Wagner untuk melawan kelompok militan Islam.

Serorang mantan komandan Wagner mengeklaim suaka di Norwegia usia meninggalkan kelompok tersebut.

Dia mengaku telah menyaksikan kejahatan perang di Ukraina. Pada Maret 2022, intelijen Jerman mengatakan tentaran bayaran Rusia itu diduga telah membantai warga sipil di Bucha selama penarikan pasukan Rusia dari wilayah Kiev.

Sementara pada 2020, militer Amerika Serikat menuduh Wagner menanam ranjau darat dan alat peledak rakitan lainnya di sekitar Ibu Kota Libya, Tripoli.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Keji! Pasangan Muda-Mudi...
Keji! Pasangan Muda-Mudi Buang Bayi di Tempat Sampah Terminal Bus
Rekomendasi
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Berita Terkini
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved