Profil El Chapo, Bos Narkoba Terbesar Meksiko yang Kerap Kabur dari Penjara
Rabu, 11 Januari 2023 - 20:24 WIB
Setelah bisnis tersebut dibubarkan pada akhir 1980 an, El Chapo membentuk dan memimpin kartel di Sinaloa. Berbekal pengalaman sebelumny, El Chapo sukses mengembangkan teknik penyelundupan narkoba dengan caranya sendiri.
Cara itu termasuk membangun terowongan ber-AC di bawah tanah yang menghubungkan Meksiko dengan Amerika Serikat.
Kartel Sinaloa telah banyak menyelundupkan berbagai macam obat-obatan terlarang, termasuk marijuana, heroin, kokain, dan methamphetamine.
Pada tahun 1993, El Chapo ditangkap untuk pertama kalinya di Guatemala dan diekstradisi ke Meksiko. Dia akhirnya dijatuhi hukuman lebih dari 20 tahun dan dipenjara dengan keamanan maksimum.
Namun pada tahun 2001, dia berhasil kabur dengan cara menyuap sipir penjara yang korup. Investigasi otoritas berwenang mengarah pada penangkapan atas tuduhan korupsi terhadap banyak pegawai penjara, termasuk sipir.
Nama bos kartel narkoba ini sempat muncul di majalah Forbes tahun 2009 dengan kekayaan bersih mencapai USD1 miliar.
Karier kriminalnya mulai memuncak pada tahun 2004 ketika Amerika Serikat menganggap El Chapo sebagai target prioritas dalam perang melawan narkoba.
Cara itu termasuk membangun terowongan ber-AC di bawah tanah yang menghubungkan Meksiko dengan Amerika Serikat.
Kartel Sinaloa telah banyak menyelundupkan berbagai macam obat-obatan terlarang, termasuk marijuana, heroin, kokain, dan methamphetamine.
Pada tahun 1993, El Chapo ditangkap untuk pertama kalinya di Guatemala dan diekstradisi ke Meksiko. Dia akhirnya dijatuhi hukuman lebih dari 20 tahun dan dipenjara dengan keamanan maksimum.
Namun pada tahun 2001, dia berhasil kabur dengan cara menyuap sipir penjara yang korup. Investigasi otoritas berwenang mengarah pada penangkapan atas tuduhan korupsi terhadap banyak pegawai penjara, termasuk sipir.
Nama bos kartel narkoba ini sempat muncul di majalah Forbes tahun 2009 dengan kekayaan bersih mencapai USD1 miliar.
Karier kriminalnya mulai memuncak pada tahun 2004 ketika Amerika Serikat menganggap El Chapo sebagai target prioritas dalam perang melawan narkoba.
Lihat Juga :