Bantu Rusia, 300 Tentara Chechnya Dikerahkan ke Medan Perang Ukraina
Senin, 09 Januari 2023 - 06:56 WIB
Chechnya telah dijalankan oleh Kadyrov sejak dia didukung oleh Putin pada tahun 2007 setelah ayah Kadyrov, pemimpin saat itu, dibunuh oleh gerilyawan Chechnya pada tahun 2004.
Dalam beberapa minggu setelah invasi 24 Februari oleh Rusia ke Ukraina, Kadyrov mengumumkan bahwa dia telah melakukan perjalanan ke negara yang diinvasi itu untuk membantu pasukan Moskow.
Pemimpin republik Kaukasus itu menyerukan pasukan Ukraina dalam video Telegram di awal perang untuk menyerah atau Anda akan dihabisi.
"Pasukan Chechnya akan menunjukkan kepada Anda bahwa praktik Rusia mengajarkan perang lebih baik daripada teori asing dan rekomendasi penasihat militer," katanya, yang dilansir The Guardian.
Pada bulan Oktober, Kadyrov berpendapat Moskow harus mempertimbangkan pengerahan senjata nuklir low-yield di Ukraina, setelah Rusia menarik pasukannya dari kota timur Lyman.
Dia mengatakan dirinya percaya langkah-langkah yang lebih drastis harus diambil oleh Kremlin, mulai dari darurat militer hingga peledakan senjata nuklir.
Tetapi juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menjauhkan Moskow dari komentar tersebut dengan mengatakan pada konferensi pers: "Kepala daerah memiliki hak untuk mengungkapkan sudut pandang mereka, [namun] emosi harus dihilangkan dari penilaian apa pun di Ukraina."
Dalam beberapa minggu setelah invasi 24 Februari oleh Rusia ke Ukraina, Kadyrov mengumumkan bahwa dia telah melakukan perjalanan ke negara yang diinvasi itu untuk membantu pasukan Moskow.
Pemimpin republik Kaukasus itu menyerukan pasukan Ukraina dalam video Telegram di awal perang untuk menyerah atau Anda akan dihabisi.
"Pasukan Chechnya akan menunjukkan kepada Anda bahwa praktik Rusia mengajarkan perang lebih baik daripada teori asing dan rekomendasi penasihat militer," katanya, yang dilansir The Guardian.
Pada bulan Oktober, Kadyrov berpendapat Moskow harus mempertimbangkan pengerahan senjata nuklir low-yield di Ukraina, setelah Rusia menarik pasukannya dari kota timur Lyman.
Dia mengatakan dirinya percaya langkah-langkah yang lebih drastis harus diambil oleh Kremlin, mulai dari darurat militer hingga peledakan senjata nuklir.
Tetapi juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menjauhkan Moskow dari komentar tersebut dengan mengatakan pada konferensi pers: "Kepala daerah memiliki hak untuk mengungkapkan sudut pandang mereka, [namun] emosi harus dihilangkan dari penilaian apa pun di Ukraina."
Lihat Juga :