Israel Tangkap Lebih dari 3.000 Warga Palestina Sepanjang Tahun 2022
Jum'at, 30 Desember 2022 - 14:19 WIB
Tahun ini saja lebih dari 150 warga Palestina tewas di wilayah pendudukan, termasuk 33 anak-anak. Menurut PBB, ini menjadikan 2022 sebagai tahun paling mematikan bagi warga Palestina di Tepi Barat sejak 2005.
Awal bulan ini, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh meminta PBB untuk mengerahkan stafnya dalam patroli di Tepi Barat yang diduduki mengingat meningkatnya jumlah serangan pemukim dan penggunaan kekerasan yang berlebihan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap warga Palestina selama serangan pada malam hari.
Serangan pada malam hari oleh tentara Israel adalah praktik hampir setiap hari di Tepi Barat yang diduduki. Israel mengklaim bahwa itu penting untuk tujuan intelijen, namun kelompok hak asasi mengecam praktik tersebut, bersikeras bahwa tujuannya adalah untuk menindas dan mengintimidasi penduduk Palestina dan meningkatkan kontrol negara.
Baca: Kembali Menjabat, Ekspansi Pemukiman di Tepi Barat Prioritas Utama Netanyahu
Seperti pos pemeriksaan militer dan Tembok Pemisah ilegal, para pengkritik bersikeras, penggerebekan itu adalah bagian dari DNA Negara Apartheid.
Awal bulan ini, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh meminta PBB untuk mengerahkan stafnya dalam patroli di Tepi Barat yang diduduki mengingat meningkatnya jumlah serangan pemukim dan penggunaan kekerasan yang berlebihan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap warga Palestina selama serangan pada malam hari.
Serangan pada malam hari oleh tentara Israel adalah praktik hampir setiap hari di Tepi Barat yang diduduki. Israel mengklaim bahwa itu penting untuk tujuan intelijen, namun kelompok hak asasi mengecam praktik tersebut, bersikeras bahwa tujuannya adalah untuk menindas dan mengintimidasi penduduk Palestina dan meningkatkan kontrol negara.
Baca: Kembali Menjabat, Ekspansi Pemukiman di Tepi Barat Prioritas Utama Netanyahu
Seperti pos pemeriksaan militer dan Tembok Pemisah ilegal, para pengkritik bersikeras, penggerebekan itu adalah bagian dari DNA Negara Apartheid.
Lihat Juga :