Rusia Kembangkan Railgun Elektromagnetik, Bisa Jatuhkan Pesawat Sejauh 10 Km
Sabtu, 11 Juli 2020 - 14:35 WIB
Masih menurut laporan TASS, senjata seperti ini akan sulit untuk dikembangkan di masa depan karena pasokan listrik yang besar diperlukan untuk menghasilkan sejumlah besar daya yang terlibat dalam menembakkan proyektilnya.
Tidak disebutkan di mana di Rusia menguji coba meriam elektromagnetik ini. Namun, awal bulan ini para warga sebuah desa di dekat situs uji coba rudal hipersonik di Nyonoksa dievakuasi dengan alasan akan ada "pekerjaan militer".
Sekitar 500 penduduk setempat di Nyonoksa diberi tahu bahwa mereka tinggal di "zona bahaya" dan disarankan untuk meninggalkan rumah mereka selama 36 jam.
Tahun lalu, tujuh orang termasuk lima karyawan perusahaan nuklir Rosatom dan dua staf Kementerian Pertahanan tewas dalam ledakan mesin bertenaga nuklir. Insiden nuklir ini terkait dengan rudal hipersonik yang dilaporkan diuji coba di situs militer di dekat Nyonoksa.
”Evakuasi, mungkin, dikaitkan dengan tes akhir rudal hipersonik Zircon yang baru,” tulis surat kabar pro-Kremlin, Tsargrad, mengutip seorang sumber, sebagaiman dilansirMirror, Sabtu (11/7/2020).
Tidak disebutkan di mana di Rusia menguji coba meriam elektromagnetik ini. Namun, awal bulan ini para warga sebuah desa di dekat situs uji coba rudal hipersonik di Nyonoksa dievakuasi dengan alasan akan ada "pekerjaan militer".
Sekitar 500 penduduk setempat di Nyonoksa diberi tahu bahwa mereka tinggal di "zona bahaya" dan disarankan untuk meninggalkan rumah mereka selama 36 jam.
Tahun lalu, tujuh orang termasuk lima karyawan perusahaan nuklir Rosatom dan dua staf Kementerian Pertahanan tewas dalam ledakan mesin bertenaga nuklir. Insiden nuklir ini terkait dengan rudal hipersonik yang dilaporkan diuji coba di situs militer di dekat Nyonoksa.
”Evakuasi, mungkin, dikaitkan dengan tes akhir rudal hipersonik Zircon yang baru,” tulis surat kabar pro-Kremlin, Tsargrad, mengutip seorang sumber, sebagaiman dilansirMirror, Sabtu (11/7/2020).
(min)
Lihat Juga :