Pengobatan Covid-19 ala Trump, Memicu Kontroversi dan Ditentang Ahli

Selasa, 28 April 2020 - 11:11 WIB
John Balmes, seorang ahli paru-paru di Rumah Sakit Umum Zuckerberg San Francisco, memperingatkan menghirup pemutih baju bisa menyebabkan permasalahan kesehatan. “Menghirup klorin bisa merusak paru-paru. Paru-paru tidak dibuat untuk terkena disinfektat,” katanya pada BloombergNews.

Sementara itu, Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperingatkan warga AS untuk berhati-hati dalam menggunakan produk pembersih lantaran penjualan cairan disinfektan yang meningkat tajam di tengah pandemi Covid-19.

“Jumlah panggilan ke pusat keluhan racun meningkat tajam pada awal Maret 2020, dan kebanyakan adalah keluhan soal paparan terhadap produk pembersih dan disinfektan,” demikian menurut laporan mingguan CDC soal jumlah penyakit dan kematian di AS.

Bukan kali ini saja Trump menyarankan obat dan perawatan bagi pasien Covid-19. Dia pernah menyebut obat penyakit malaria, hydroxychloroquine sebagai “pengubah permainan”, tetapi para kesehatan justru membantah hal itu. Penelitian yang dilaksanakan di sebuah rumah sakit militer menemukan banyak pasien Covid-19 meninggal dunia karena mendapatkan perawatan hydroxychloroquine. Akibat salah memahami informasi, seorang pria asal Arizona meninggal dunia akhir Maret lalu setelah mengonsumsi chloroquinephosphate.

Sebelumnya, Rick Bright, penasihat utama Departemen Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan, mengaku dirinya dipecat dari pekerjaannya pekan ini karena dia menentang ide Trump tentang perawatan dengan chloroquine. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!