Mantan Calon Presiden AS Soroti Skandal Twitter: FBI Harus Dihapus

Selasa, 20 Desember 2022 - 08:00 WIB
“Kita tidak membutuhkan FBI dan CIA serta agen federal lainnya yang memandang kita sebagai musuh dan menyerang Konstitusi kita. Akhiri Fed… dan akhiri Biro Investigasi Federal!” tegas Paul menyimpulkan, merujuk pada seruannya yang sudah berlangsung lama untuk melikuidasi bank sentral swasta AS.

Agen FBI mengirim email ke kepala Twitter Trust and Safety Yoel Roth sekitar 150 kali antara tahun 2020 dan 2022, menurut komunikasi internal yang dirilis CEO platform Elon Musk awal bulan ini, dengan sebagian besar pesan melibatkan permintaan penyensoran.

Baca juga: Putin Tegas Soal Belarusia: Rusia Tidak Berencana Menelan Siapa Pun!

Namun, bahkan ketika Musk merilis dokumen Twitter, mantan penasihat umum FBI yang menjadi pengacara Twitter Jim Baker sedang “memeriksa” pesan tersebut, diduga tanpa sepengetahuan Musk.

Ketika hal ini menjadi perhatian sang miliarder, Baker diberhentikan, tetapi sebelum dia mengubah narasinya.

Twitter dilaporkan mempekerjakan lusinan agen FBI dan veteran intelijen serta militer lainnya dalam beberapa tahun terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!