11 Kapal Perang China, Termasuk Kapal Induk, Masuk Laut Filipina untuk Latihan

Selasa, 20 Desember 2022 - 07:01 WIB
Selama latihan bulan Mei, Liaoning berbahan bakar diesel mendorong batas kemampuan penyebarannya, tinggal di Laut Filipina selama beberapa pekan karena melakukan operasi penerbangan berkelanjutan dengan sayap udara pesawat tempur J-15 “Flying Shark”, bagian dari keluarga turunan Su-27.

Namun, AS dan Jepang juga secara rutin melakukan latihan di Laut Filipina, mengirimkan patroli maritim dan melakukan latihan kapal induk mereka sendiri.

Sampai beberapa tahun yang lalu, dominasi Amerika atas jalur air itu tidak diragukan lagi, tetapi pembangunan tiga kapal induk dan sejumlah kapal perang modern telah memungkinkan China untuk memproyeksikan kekuatan di luar selat Miyako dan Luzon secara teratur.

Latihan China datang hanya beberapa hari setelah Jepang mengumumkan langkah besar menuju remiliterisasi, beberapa dekade setelah dijadikan negara netral.

Ketika Tokyo dikalahkan pada akhir Perang Dunia II dan dipaksa menyerahkan kerajaan kolonialnya yang luas, konstitusi barunya mengharuskannya untuk netral dan menyerahkan senjata militer ofensif.

Namun, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengungkapkan dalam beberapa hari sebelumnya pada bulan Desember niat untuk menggandakan anggaran pertahanan Jepang selama lima tahun ke depan.

Langkah Jepang itu mempertimbangkan pengenalan kemampuan cyberwarfare ofensif, program senjata hipersonik, dan kesepakatan membeli Tomahawk, rudal jelajah jarak jauh buatan Amerika Serikat.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!