AS-China Bersitegang di LCS, Rusia Siap Jadi Juru Damai

Sabtu, 11 Juli 2020 - 06:47 WIB
Ketegangan antara AS dengan China di jalur pelayaran internasional itu memasuki babak baru setelah Washington mengirim dua kapal induk dan sejumlah kapal perang untuk melakuan latihan militer di perairan yang disengketakan itu. (Baca: AS Kirim Dua Kapal Induk dan Kapal Perang ke LCS )

China pun bereaksi atas aksi AS itu. Media pemerintah China menyatakan pengerahan dua kapal induk Amerika Serikat (AS) ke Laut China Selatan telah menyenangkan Beijing. Keduanya dianggap sebagai target tempuk rudal anti-kapal kapan saja. (Baca: Dua Kapal Induk AS di Laut China Selatan Target Empuk Rudal China )



AS menuduh China melakukan militerisasi di Laut China Selatan dan berusaha mengintimidasi tetangga-tetangga Asianya yang mungkin ingin mengeksploitasi cadangan minyak dan gasnya yang banyak.

China mengklaim 90% dari Laut China Selatan yang berpotensi kaya energi miliknya. Namun Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim wilayah itu, di mana kawasan itu menjadi lalu lintas perdagangan senilai sekitar USD3 triliun.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!