Kosovo Ajukan Permohonan Keanggotaan Uni Eropa

Kamis, 15 Desember 2022 - 03:02 WIB
Osmani menyebutnya sebagai "hari bersejarah" dan mengatakan Kosovo pantas menjadi anggota UE sebagai negara yang damai dan menghormati hak asasi manusia.

Menteri Luar Negeri Serbia Ivica Dacic bereaksi dengan mengatakan bahwa "tidak terbayangkan" bagi UE untuk secara serius menerima aplikasi tersebut ketika Pristina sama sekali tidak menghormati setiap perjanjian, dan mencatat bahwa Siprus, Yunani, Rumania, Slovakia, dan Spanyol belum mengakui pemisahan provinsi Serbia itu.

“Saya pikir ini lebih merupakan aksi publisitas politik untuk konsumsi internal,” kata Dacic.

NATO menguasai Kosovo pada tahun 1999, setelah 78 hari membom Serbia. Pemerintah sementara etnis Albania itu kemudian mendeklarasikan kemerdekaan pada 2008, dengan dukungan Amerika Serikat (AS). Rusia dan China telah mendukung Beograd dalam mendesak Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR) 1244 yang memperlakukan Kosovo sebagai bagian dari Serbia.

Baca: Memanas, Serbia Ingin Kerahkan Pasukan di Kosovo
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!