Rusia Bisa Adopsi Serangan Nuklir Preemptive AS: Satu Misil, Dibalas 100 Rudal
Sabtu, 10 Desember 2022 - 07:23 WIB
Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia bisa mengadopsi konsep serangan nuklir preemptive AS. Satu misil menyerang Rusia, maka 100 rudal akan membalas. Foto/Sputnik/Pavel Bednyakov
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia dapat mengadopsi konsep Amerika Serikat (AS) tentang serangan nuklir preemptive.
Menurutnya, jika satu misil dari negara lain menyerang Rusia, maka setidaknya 100 rudal akan melesat sebagai pembalasan dan semuanya tidak mungkin untuk dicegat.
“Kami hanya memikirkannya. Mereka tidak malu untuk membicarakannya secara terbuka selama beberapa tahun terakhir,” kata Putin pada hari Jumat, mengacu pada kebijakan serangan nuklir preemptive AS.
Selama bertahun-tahun, Kremlin telah menyatakan keprihatinan tentang upaya AS untuk mengembangkan apa yang disebut kemampuan Conventional Prompt Global Strike [Serangan Global Cepat Konvensional].
Baca juga: Vladimir Putin: Kami Tidak Gila, Tak Akan Gunakan Bom Nuklir Lebih Dulu
Menurutnya, jika satu misil dari negara lain menyerang Rusia, maka setidaknya 100 rudal akan melesat sebagai pembalasan dan semuanya tidak mungkin untuk dicegat.
“Kami hanya memikirkannya. Mereka tidak malu untuk membicarakannya secara terbuka selama beberapa tahun terakhir,” kata Putin pada hari Jumat, mengacu pada kebijakan serangan nuklir preemptive AS.
Selama bertahun-tahun, Kremlin telah menyatakan keprihatinan tentang upaya AS untuk mengembangkan apa yang disebut kemampuan Conventional Prompt Global Strike [Serangan Global Cepat Konvensional].
Baca juga: Vladimir Putin: Kami Tidak Gila, Tak Akan Gunakan Bom Nuklir Lebih Dulu
Lihat Juga :