Rusia: AS Tidak Akan Berhasil Perpanjang Embargo Senjata Iran

Jum'at, 10 Juli 2020 - 02:36 WIB
Pada bulan Juni, AS memperkenalkan rancangan resolusi di Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran sebelum berakhir pada pertengahan Oktober mendatang. Rusia dan China telah menyuarakan sikap oposisi mereka terhadap rancangan resolusi itu. (Baca: Pompeo: Kegagalan Perpanjang Embargo Senjata Iran Membuat Dunia Dalam Bahaya )

Pada 2015, Iran menandatangani Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) bersama dengan China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Perjanjian ini mengharuskan Iran untuk mengurangi program nuklirnya dan menurunkan cadangan uraniumnya dengan imbalan bantuan sanksi, termasuk pencabutan embargo senjata lima tahun setelah kesepakatan itu di adopsi. Pada 2018, AS menarik diri dari JCPOA dan memberlakukan sanksi yang keras terhadap Teheran. (Baca: AS Dorong Embargo Senjata Iran, Rusia: Kebijakan Mencekik Maksimum )

Dibawa kebijakan tekanan maksimum Iran, AS mencoba untuk mempertahankan sanksi embargo senjata meski telah keluar dari JCPOA. Selain Rusia dan China, Uni Eropa juga menolak rencana itu. (Baca: UE Tolak Usulan AS Perpanjang Embargo Senjata Iran )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!