UE Tolak Usulan AS Perpanjang Embargo Senjata Iran

Rabu, 10 Juni 2020 - 22:36 WIB
loading...
UE Tolak Usulan AS Perpanjang...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
BRUSSELS - Diplomat top Uni Eropa (UE) mengatakan sejak Amerika Serikat (AS) telah menarik diri dari perjanjian internasional yang mengekang ambisi nuklir Iran , negara itu tidak dapat menggunakan keanggotaan sebelumnya dari pakta itu untuk mencoba memberlakukan embargo senjata permanen pada Republik Islam.

Kesepakatan, yang ditandatangani Iran dengan AS, Inggris, Jerman, Prancis, China, dan Rusia pada 2015, telah tercerai berai sejak Presiden Donald Trump menarik Washington pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi yang dirancang untuk melumpuhkan Teheran di bawah apa yang disebut sebagai kampanye "tekanan maksimum."

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft mengatakan bahwa memperpanjang embargo senjata permanen yang didukung AS terhadap Iran sekarang menjadi prioritas utama bagi Washington.

Namun berbicara kepada wartawan setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi, kepala kebijakan luar negeri UE Josep Borrell menegaskan bahwa sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), negara itu tidak dapat lagi mengklaim memiliki peran di dalamnya.

“Amerika Serikat telah menarik diri dari JCPOA, dan sekarang mereka tidak dapat mengklaim bahwa mereka masih menjadi bagian dari JCPOA untuk menangani masalah ini dari perjanjian JCPOA. Mereka mundur. Itu sudah jelas. Mereka menarik diri,” kata Borrell seperti dikutip dari AP, Rabu (10/6/2020).

Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh pemerintah Trump melepaskan kampanye bermotivasi politik terhadap Iran dan dia menyerukan "kecaman universal" atas upaya AS untuk meminta Dewan Keamanan AS mengenakan embargo senjata permanen.

UE melihat kesepakatan nuklir sebagai pilar utama keamanan regional dan dunia dan telah berjuang untuk menjaga pakta itu tetap hidup meskipun ada tekanan AS. Borrell bertugas mengawasi cara pakta diterapkan dan untuk membantu menyelesaikan perselisihan di antara para pihak.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Serangan Rudal dan Drone...
Serangan Rudal dan Drone Rusia Tewaskan Setidaknya 23 Orang di Ukraina
Kuwait Tegaskan Tak...
Kuwait Tegaskan Tak Izinkan Negara Mana pun Gunakan Wilayahnya Serang Iran
Rekomendasi
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Berita Terkini
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved