Pemerintah Larang Lagu Glory to Hong Kong Dinyanyikan di Sekolah

Rabu, 08 Juli 2020 - 14:53 WIB
Sekretaris Pendidikan Kevin Yeung, menanggapi pertanyaan dari anggota parlemen, mengatakan siswa tidak boleh berpartisipasi dalam boikot kelas, melantunkan slogan, membentuk rantai manusia atau menyanyikan lagu yang berisi pesan-pesan politik.

"Lagu 'Glory to Hong Kong', berasal dari insiden sosial sejak Juni tahun lalu, berisi pesan-pesan politik yang kuat dan terkait erat dengan insiden sosial dan politik, kekerasan dan insiden ilegal yang telah berlangsung berbulan-bulan," kata Yeung.

"Sekolah tidak boleh mengizinkan siswa untuk bermain, bernyanyi atau menyiarkannya di sekolah," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/7/2020).

Sebelumnya pada hari Rabu, China membuka kantor keamanan nasional baru, mengubah sebuah hotel di dekat taman pusat kota yang telah menjadi salah satu tempat paling populer untuk protes pro-demokrasi menjadi markas barunya.

Baik pejabat pemerintah Hong Kong dan China mengatakan bahwa undang-undang baru ini sangat penting untuk menutup celah pertahanan keamanan nasional yang terekspos oleh protes anti-pemerintah dan anti-Cina yang mengguncang kota pada tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!