Ukraina Klaim Berhasil Rebut Kembali 12 Desa di Kherson
Jum'at, 11 November 2022 - 01:30 WIB
Sejauh ini, pejabat Ukraina tetap mengaku waspada di depan umum dan memperingatkan bahwa Rusia mungkin masih berencana untuk berperang dan menabur kehancuran di jalan keluar mereka.
Seorang penasihat presiden Ukraina mengatakan, bahwa Rusia ingin mengubah Kherson menjadi “kota kematian”, menambang segala sesuatu mulai dari apartemen hingga selokan dan berencana untuk menghancurkan kota dari sisi lain sungai.
Baca: Tentara Rusia Mundur dari Kherson, Pukulan Terpahit bagi Vladimir Putin
"Inilah yang terlihat seperti 'dunia Rusia': datang, dirampok, dirayakan, membunuh 'saksi', meninggalkan reruntuhan dan pergi," tulis Mykhailo Podolyak di Twitter, seperti dikutip dari Arab News, Kamis (10/11/2022).
Rusia sendiri membantah melakukan pelanggaran terhadap warga sipil, meskipun membombardir daerah pemukiman selama konflik. Mereka telah mengevakuasi ribuan warga sipil dari daerah Kherson dalam beberapa pekan terakhir dalam apa yang disebut Ukraina sebagai deportasi paksa.
Seorang penasihat presiden Ukraina mengatakan, bahwa Rusia ingin mengubah Kherson menjadi “kota kematian”, menambang segala sesuatu mulai dari apartemen hingga selokan dan berencana untuk menghancurkan kota dari sisi lain sungai.
Baca: Tentara Rusia Mundur dari Kherson, Pukulan Terpahit bagi Vladimir Putin
"Inilah yang terlihat seperti 'dunia Rusia': datang, dirampok, dirayakan, membunuh 'saksi', meninggalkan reruntuhan dan pergi," tulis Mykhailo Podolyak di Twitter, seperti dikutip dari Arab News, Kamis (10/11/2022).
Rusia sendiri membantah melakukan pelanggaran terhadap warga sipil, meskipun membombardir daerah pemukiman selama konflik. Mereka telah mengevakuasi ribuan warga sipil dari daerah Kherson dalam beberapa pekan terakhir dalam apa yang disebut Ukraina sebagai deportasi paksa.
Lihat Juga :