Presiden Serbia: Konflik Ukraina Mirip Pertempuran Stalingrad Selama PD II

Selasa, 08 November 2022 - 07:08 WIB
“Barat (yang mendukung Ukraina dalam konflik dan memasoknya dengan senjata) berpikir mereka akan dapat menghancurkan Rusia dengan cara itu, sementara Rusia percaya mereka akan dapat mempertahankan apa yang diperolehnya pada awal perang dan membawa itu berakhir,” ujar pemimpin Serbia itu.

“Pertempuran besar-besaran di Kherson akan menciptakan masalah tambahan di mana-mana,” ungkap Vucic.

Stalingrad diyakini sebagai pertempuran terbesar dan paling berdarah dalam Perang Dunia II, dan terbukti menjadi titik balik dalam konflik tersebut.

Menurut beberapa perkiraan, pertempuran antara Uni Soviet dan Nazi Jerman antara Agustus 1942 dan Februari 1943 mengakibatkan hingga dua juta korban, dengan lebih dari satu juta orang tewas.

Kota Kherson di Sungai Dnieper berada di bawah kendali Rusia hanya beberapa hari setelah Moskow meluncurkan operasi militernya di Ukraina pada akhir Februari.

Wilayah Kherson secara resmi dinyatakan sebagai bagian dari negara Rusia pada awal Oktober, bersama dengan Wilayah Zaporozhye dan Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk, setelah orang-orang di wilayah tersebut sangat mendukung langkah tersebut dalam referendum.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!