Usai Iran, Giliran Korut Dituduh Pasok Senjata ke Rusia untuk Gempur Ukraina

Kamis, 03 November 2022 - 08:46 WIB
“Ketika [Presiden Rusia Vladimir Putin] terus kehilangan tempat, kehilangan tentara, kehilangan momentum, dia mencapai di luar perbatasannya,” kata Kirby.

“Itu pertanda kedua isolasi itu terus dia rasakan secara ekonomi. Pangkalan industri pertahanannya sendiri tidak dapat mengimbangi kecepatan penggunaan persenjataannya di Ukraina.”

Setelah Gedung Putih memperingatkan bahwa Rusia mungkin mencari senjata baru ke Korea Utara, Pyongyang pada bulan September membantah telah atau akan melakukannya.

Pada hari Rabu, Gedung Putih tidak memberikan bukti untuk mendukung tuduhan baru atau menjawab pertanyaan tentang berapa banyak senjata yang terlibat, bagaimana senjata itu dikirim atau bagaimana AS akan merespons.

Ditanya tentang jumlah peluru, Kirby berkata: “Kami tidak berbicara lusinan di sini. Itu jumlah yang signifikan.”

Menurut Kirby, AS sedang memantau untuk melihat apakah senjata itu diterima dan akan berkonsultasi dengan sekutu dan mitra tentang tindakan akuntabilitas apa yang harus diterapkan.

Pemerintahan Joe Biden memperingatkan pada pekan lalu bahwa Rusia mungkin mencari rudal balistik surface-to-surface jarak pendek dari Iran, tetapi Kirby pada Rabu mengatakan tidak ada indikasi yang terjadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!