Zelensky Sebut Komandan Rusia di Front Timur 'Gila'
Kamis, 27 Oktober 2022 - 20:20 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut komanda Rusia di front timur gila. Foto/thelevantnews
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh komandan Rusia "gila" dalam upaya mereka untuk merebut kota timur Bakhmut. Kota - yang terletak di wilayah Donetsk dan memiliki populasi sebelum perang 70.000 - telah menjadi pusat serangan Rusia selama berbulan-bulan.
Meskipun serangan Ukraina membayangi kota utama Kherson, Zelensky mengatakan serangan terus berlanjut. Mengambil kota akan menjadi kemenangan simbolis bagi Rusia.
"Di sinilah kegilaan komando Rusia paling jelas," kata Zelensky dalam pidato malamnya dari Kiev.
"Hari demi hari, selama berbulan-bulan, mereka mendorong orang-orang menuju kematian mereka di sana, memusatkan serangan artileri tingkat tertinggi," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Kamis (27/10/2022).
Terlepas dari serangan yang intens, Zelensky mengatakan pasukan Ukraina bertahan dan memuji pasukannya sebagai "pahlawan".
Seorang penasihat Zelensky, Oleksiy Arestovych mengatakan, pada suatu hari, pasukan Rusia melancarkan delapan serangan terpisah di Bakhmut sebelum waktu makan siang dan telah didorong mundur pada setiap kesempatan.
Baca: Eks Jenderal AS: Putin Miliki Ribuan Senjata Nuklir tapi Tak Mungkin Menggunakannya
Meskipun serangan Ukraina membayangi kota utama Kherson, Zelensky mengatakan serangan terus berlanjut. Mengambil kota akan menjadi kemenangan simbolis bagi Rusia.
"Di sinilah kegilaan komando Rusia paling jelas," kata Zelensky dalam pidato malamnya dari Kiev.
"Hari demi hari, selama berbulan-bulan, mereka mendorong orang-orang menuju kematian mereka di sana, memusatkan serangan artileri tingkat tertinggi," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Kamis (27/10/2022).
Terlepas dari serangan yang intens, Zelensky mengatakan pasukan Ukraina bertahan dan memuji pasukannya sebagai "pahlawan".
Seorang penasihat Zelensky, Oleksiy Arestovych mengatakan, pada suatu hari, pasukan Rusia melancarkan delapan serangan terpisah di Bakhmut sebelum waktu makan siang dan telah didorong mundur pada setiap kesempatan.
Baca: Eks Jenderal AS: Putin Miliki Ribuan Senjata Nuklir tapi Tak Mungkin Menggunakannya
Lihat Juga :