Rusia Beritahu Amerika Serikat: Kami Latihan Kekuatan Nuklir!
Rabu, 26 Oktober 2022 - 03:51 WIB
"AS telah diberitahu, dan, seperti yang telah kami soroti sebelumnya, ini adalah latihan rutin tahunan oleh Rusia," kata juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder pada konferensi pers yang dilansir Reuters, Rabu (26/10/2022).
Ryder menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.
Latihan tersebut menghadirkan tantangan potensial bagi Amerika Serikat dan sekutunya, karena Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperumit niatnya setelah secara terbuka mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk membela Rusia dalam invasinya ke Ukraina.
Rusia pada hari Selasa juga membawa tuduhan ke Dewan Keamanan PBB bahwa Ukraina sedang bersiap untuk menggunakan "bom kotor" di wilayahnya sendiri untuk kemudian dituduhkan pada Moskow. Klaim itu ditolak mentah-mentah oleh para pejabat Barat dan Ukraina sebagai informasi yang salah dan dalih untuk meningkatkan perang.
Para pejabat Barat telah menyatakan keyakinannya pada kemampuan mereka untuk membedakan perbedaan antara latihan Rusia dan setiap langkah Putin untuk mengatasi ancaman nuklirnya.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap persyaratan pemberitahuan tersebut.
Ryder menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.
Latihan tersebut menghadirkan tantangan potensial bagi Amerika Serikat dan sekutunya, karena Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperumit niatnya setelah secara terbuka mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk membela Rusia dalam invasinya ke Ukraina.
Rusia pada hari Selasa juga membawa tuduhan ke Dewan Keamanan PBB bahwa Ukraina sedang bersiap untuk menggunakan "bom kotor" di wilayahnya sendiri untuk kemudian dituduhkan pada Moskow. Klaim itu ditolak mentah-mentah oleh para pejabat Barat dan Ukraina sebagai informasi yang salah dan dalih untuk meningkatkan perang.
Para pejabat Barat telah menyatakan keyakinannya pada kemampuan mereka untuk membedakan perbedaan antara latihan Rusia dan setiap langkah Putin untuk mengatasi ancaman nuklirnya.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap persyaratan pemberitahuan tersebut.
Lihat Juga :