Banyak Murid Jadi Korban Kekerasan Aparat, Guru di Iran Mogok Mengajar

Minggu, 23 Oktober 2022 - 02:30 WIB
“Kita tahu betul bahwa militer dan aparat keamanan dan aparat berpakaian preman telah melanggar sekolah dan pusat pendidikan,” kata Dewan Koordinasi Serikat Guru, seperti dikutip dari Arab News. “Selama penindasan sistematis ini, mereka tanpa ampun mengambil nyawa sejumlah murid dan anak-anak,” lanjutnya.

“Para penguasa harus tahu bahwa guru Iran tidak mentolerir kekejaman dan tirani ini, dan menyatakan bahwa kami untuk rakyat. Peluru dan amunisi yang Anda tembakkan pada orang-orang ini menargetkan hidup dan jiwa kita,” tambah pernyataan itu.

Baca: Demonstrasi Terus Berlanjut di Iran, Korban Tewas Jadi 244 Orang

Serikat pekerja berjanji untuk melanjutkan protes sampai hak rakyat untuk protes diakui, semua murid dibebaskan tanpa syarat dan kembali ke sekolah, dan sistem berhenti membunuh orang dan berhenti menjawab tuntutan rakyat yang sah dengan peluru.

Sementara ratusan warga Iran dilaporkan turun ke jalan Zahedan, ibu kota provinsi Sistan-Baluchistan. Massa meneriakkan “Matilah diktator Khamenei” dan “Persatuan, persatuan.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!