Nyamar Jadi Kuli Bangunan, Aktivis China Beraksi Menghina Xi Jinping

Selasa, 18 Oktober 2022 - 10:11 WIB
Dia kemudian menyalakan api untuk menarik perhatian orang-orang, menggantung dua spanduk dan memainkan nyanyian protes yang telah direkam sebelumnya melalui pengeras suara.

Spanduk-spanduk itu menampilkan pesan berani dalam huruf merah tebal—mencap Xi sebagai diktator dan mengkritik serangkaian kebijakan Xi yang diklaim Peng membuat warga menjadi “orang yang diperbudak”.

“Mogok mahasiswa, mogok pekerja, singkirkan diktator danmaling negara Xi Jinping,” bunyi salah satu spanduk.

"Kami ingin makan, tidak melakukan tes virus corona; reformasi, bukan Revolusi Kebudayaan. Kami menginginkan kebebasan, bukan penguncian; pemilu, bukan penguasa. Kami menginginkan martabat, bukan kebohongan. Jadilah warga negara, bukan orang yang diperbudak," bunyi spanduk lainnya.

Peng—digambarkan media lokal sebagai seorang fisikawan dan ayah berusia akhir 40-an tahun—segera ditangkap, dengan pihak berwenang dengan cepat mencopot spanduk-spanduk tersebut.

Tetapi tindakan itu dilihat oleh banyak warga Beijing yang merekam dan memotret protesnya sebelum membagikannya secara online, meskipun banyak yang segera dihapus dari internet oleh sensor Partai Komunis China (PKC).

Ratusan ribu pengguna WeChat yang bahkan menggunakan referensi yang tidak jelas tentang aksi tersebut juga telah menutup akun mereka, tetapi visi tentang insiden tersebut masih berlanjut ke dunia yang lebih luas, di mana posting-an yang tak terhitung jumlahnya beredar di Twitter.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!