Xi Jinping Isyaratkan Dapat Serang Taiwan, Partai Komunis China Tepuk Tangan
Senin, 17 Oktober 2022 - 07:27 WIB
Taiwan telah mempertahankan pemerintahan yang terpisah dari China sejak 1949, tetapi Beijing mengeklaim pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai bagian dari wilayah China.
"Penyatuan kedua belah pihak akan tercapai," kata Xi Jinping dalam pidatonya, seperti dikutip Associated Press, Senin (17/10/2022).
"China perlu mencegah campur tangan oleh kekuatan asing," imbuh Xi Jinping, merujuk pada politisi asing yang menurut partai berkuasa China mendorong Taiwan untuk membuat kemerdekaan de facto-nya permanen—langkah yang menurut Beijing akan mengarah pada perang.
Beijing telah berusaha untuk mengintimidasi Taiwan dengan menerbangkan jet tempur dan pesawat pengebom di dekat pulau itu. Manuver itu meningkat setelah Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada bulan Agustus.
Menanggapi pidato Xi Jinping, Dewan Urusan Daratan China Kabinet Taiwan mengatakan 23 juta penduduk Taiwan itu memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri dan tidak akan menerima tuntutan sepihak Beijing.
"Kami dengan tegas menyerukan kepada otoritas Komunis China untuk meninggalkan pemaksaan kerangka politik dan penggunaan kekuatan militer dan paksaan," kata dewan itu dalam sebuah pernyataan.
"Penyatuan kedua belah pihak akan tercapai," kata Xi Jinping dalam pidatonya, seperti dikutip Associated Press, Senin (17/10/2022).
"China perlu mencegah campur tangan oleh kekuatan asing," imbuh Xi Jinping, merujuk pada politisi asing yang menurut partai berkuasa China mendorong Taiwan untuk membuat kemerdekaan de facto-nya permanen—langkah yang menurut Beijing akan mengarah pada perang.
Beijing telah berusaha untuk mengintimidasi Taiwan dengan menerbangkan jet tempur dan pesawat pengebom di dekat pulau itu. Manuver itu meningkat setelah Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada bulan Agustus.
Menanggapi pidato Xi Jinping, Dewan Urusan Daratan China Kabinet Taiwan mengatakan 23 juta penduduk Taiwan itu memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri dan tidak akan menerima tuntutan sepihak Beijing.
"Kami dengan tegas menyerukan kepada otoritas Komunis China untuk meninggalkan pemaksaan kerangka politik dan penggunaan kekuatan militer dan paksaan," kata dewan itu dalam sebuah pernyataan.
Lihat Juga :