Akhiri Kebuntuan Politik, Irak Tunjuk Presiden dan PM Baru

Jum'at, 14 Oktober 2022 - 18:54 WIB
Politisi Irak telah berjuang untuk membentuk pemerintahan sejak pemilihan umum pada Oktober 2021. Kontes itu membuat partai ulama Muslim Syiah Moqtada al-Sadr keluar sebagai pemenang, memenangkan lebih dari 70 kursi dan, bersama mereka, berpengaruh besar dalam menciptakan pemerintahan.

Bagaimanapun, upaya al-Sadr untuk membentuk koalisi yang berkuasa harus kandas di tengah oposisi dari blok pesaingnya. Ini diikuti kelumpuhan politik selama berbulan-bulan.

Pada bulan Juni, al-Sadr, seorang ulama yang sangat populer yang telah memposisikan dirinya melawan Iran dan Amerika Serikat, memerintahkan partainya untuk mundur dari parlemen, memicu kekhawatiran akan krisis konstitusional.

Baca: Dapat Ultimatum, Pendukung Ulama Syiah Irak Membubarkan Diri

Ketika pemerintah berusaha untuk menunjuk perdana menteri baru pada bulan berikutnya, ratusan pendukung al-Sadr masuk ke Zona Hijau Baghdad, pusat pemerintahan dan distrik diplomatik yang dijaga ketat di negara itu, pada beberapa kesempatan.

Pada bulan Agustus, al-Sadr mengatakan dia pensiun dari politik. Loyalisnya meresponsnya dengan mengamuk di jalan-jalan Ibu Kota dalam unjuk kekuatan yang menewaskan 21 orang dan lebih dari 250 terluka. Zona Hijau kembali diduduki, meskipun al-Sadr memerintahkan para pendukungnya untuk pulang 24 jam setelah pengumumannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!