Rusia: Keputusan Inggris Tahan Emas Venezuela Keterlaluan
Minggu, 05 Juli 2020 - 23:41 WIB
Sebelumnya diwartakan, Pengadilan Tinggi Inggris memutuskan bahwa presiden sah Venezuela yang sebenarnya adalah Guaido, bukan Nicolas Maduro yang terpilih dalam pemilu.
Putusan inilah yang jadi dasar hukum Bank of England (BOE) atau Bank Inggris menolak langkah Maduro menarik emas batangan berton-ton senilai £800 juta (lebih dari Rp14,3 triliun) milik negara sosialis tersebut.
Bank sentral Venezuela menginginkan emas berton-ton yang disimpan di BOE ditarik sehingga dapat dijual untuk membeli obat-obatan dan peralatan medis untuk perang melawan pandemi virus corona baru (Covid-19).
( Baca juga: Kemenkes Sebut Penyakit Tidak Menular Kini Mengancam Usia Muda )
Bank sentral Venezuela menyatakan dana tersebut akan ditransfer ke Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) untuk memastikan dana itu tidak digunakan untuk hal lain. Namun, kubu oposisi keberatan dengan hal itu dan mengklaim Maduro ingin menggunakan dana tersebut untuk membayar sekutu-sekutu luar negerinya.
Putusan inilah yang jadi dasar hukum Bank of England (BOE) atau Bank Inggris menolak langkah Maduro menarik emas batangan berton-ton senilai £800 juta (lebih dari Rp14,3 triliun) milik negara sosialis tersebut.
Bank sentral Venezuela menginginkan emas berton-ton yang disimpan di BOE ditarik sehingga dapat dijual untuk membeli obat-obatan dan peralatan medis untuk perang melawan pandemi virus corona baru (Covid-19).
( Baca juga: Kemenkes Sebut Penyakit Tidak Menular Kini Mengancam Usia Muda )
Bank sentral Venezuela menyatakan dana tersebut akan ditransfer ke Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) untuk memastikan dana itu tidak digunakan untuk hal lain. Namun, kubu oposisi keberatan dengan hal itu dan mengklaim Maduro ingin menggunakan dana tersebut untuk membayar sekutu-sekutu luar negerinya.
(esn)
Lihat Juga :