Depresi, Penyintas Bom ISIS Bandara Brussels 2016 Meninggal Disuntik Mati

Minggu, 09 Oktober 2022 - 11:17 WIB
"Hari itu benar-benar membuatnya hancur, dia tidak pernah merasa aman setelah itu," kata sang ibu, Marielle, kepada media Belgia VRT tentang rasa sakit putrinya awal pekan ini.

"Dia tidak ingin pergi ke mana pun di mana orang lain berada, karena takut. Dia juga sering mengalami serangan panik dan dia tidak pernah (bisa) menghilangkannya," imbuhnya seperti dikutip dari Mirror, Minggu (9/10/2022).

Sementara itu, Shanti sering merinci pengalamannya setelah pengeboman di media sosial dan berbicara terus terang tentang perjuangan kesehatan mentalnya.

"Saya mendapatkan beberapa obat untuk sarapan. Dan hingga 11 antidepresan sehari. Saya tidak bisa hidup tanpanya," tulisnya dalam satu postingan.

"Dengan semua obat yang saya minum, saya merasa seperti hantu yang tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Mungkin ada solusi lain selain obat."

Psikolog sekolahnya memberi tahu RTBF bagaimana Shanti telah berjuang dengan depresi berat sebelum dia memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Menurut RTBF, Shanti meminta mereka melakukan eutanasia untuk "penderitaan kejiwaan yang tak tertahankan".

Baca: Sistem Disabotase, Kereta Api Jerman Berhenti Beroperasi 3 Jam
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!