Nobel Perdamaian Diraih Para Penyeru HAM di Negara-negara Bekas Soviet

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 00:01 WIB
Pusat Kebebasan Sipil di Ukraina telah beroperasi sejak 2007. Di antara inisiatif baru-baru ini adalah seruan mengadili Presiden Rusia Vladimir Putin atas tuduhan “kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida.”

Komite Nobel Norwegia mengatakan ingin menghormati "tiga pejuang hak asasi manusia, demokrasi dan hidup berdampingan secara damai di negara-negara tetangga Belarusia, Rusia dan Ukraina."

“Ketiga pemenang itu melanjutkan impian Alfred Nobel tentang perdamaian abadi antar negara,” ungkap badan tersebut.

Tahun lalu, penghargaan itu diberikan kepada penulis investigasi Filipina-Amerika Maria Ressa dan jurnalis Rusia Dmitry Muratov.

Yang terakhir telah memimpin surat kabar oposisi Rusia terkemuka sejak awal 1990-an.

Presiden Ukraina Vladimir Zelenksy termasuk di antara individu dan organisasi yang dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini.

Mereka juga termasuk Alexey Navalny, tokoh oposisi Rusia yang saat ini menjalani hukuman penjara, dan Svetlana Tikhanovskaya, politisi dan kandidat presiden Belarusia, yang mengklaim telah memenangkan pemilu negara itu pada tahun 2020.

Ketiganya dianggap sebagai kandidat terdepan untuk hadiah tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!