Aktivis Palestina Gencarkan Perlawanan dengan TikTok, Israel Makin Murka

Senin, 03 Oktober 2022 - 17:37 WIB
Di sisi lain, analis politik Israel Yoni Ben-Menachem mengatakan TikTok adalah “alat pengaruh berbahaya” dan menghasut kekerasan melalui video yang mendukung serangan terhadap orang Israel.

Ben-Menachem menambahkan, konten TikTok menargetkan kaum muda, yang sangat rentan terhadap misinformasi dan propaganda.

Mei lalu, Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Benny Gantz bertemu pejabat senior dari ByteDance, menuntut agar perusahaan memblokir konten Palestina.

Tetapi tuntutan Gantz ditolak, dengan perusahaan hanya berjanji lebih memperhatikan konten yang dipublikasikan.

Para pemuda Palestina telah memfilmkan berbagai serangan Israel ke kota-kota Palestina, penghancuran rumah, penangkapan, pembunuhan, serangan pemukim Yahudi dan perlakuan rasis Israel, hingga menjadi konten yang viral di TikTok.

Terlepas dari kemarahan pemerintah Israel, para pejabat tidak yakin TikTok mengambil tindakan apa pun terhadap akun-akun Palestina, baik yang berbasis di Tepi Barat dan Jalur Gaza atau di luar negeri.

“Mungkin TikTok akan menutup beberapa akun Palestina, tetapi ribuan akun yang menghasut melawan Israel akan tetap aktif, dan siapa pun yang kehilangan akunnya dapat membuka akun baru dengan nama samaran,” papar Ben-Menachem.

Dia menambahkan, “TikTok telah menjadi sarana penghasutan yang paling berbahaya terhadap Israel.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!