Kejamnya Israel, 100 Warga Palestina Tewas di Tepi Barat

Minggu, 02 Oktober 2022 - 09:04 WIB
Para pejabat Palestina menuduh Israel melakukan "eksekusi lapangan", sementara periode itu juga menyaksikan gelombang kekerasan terburuk terhadap Israel dalam beberapa tahun.

Pada musim semi, serentetan serangan mematikan oleh orang Arab Israel dan Palestina menewaskan 16 orang Israel dan dua orang asing, setelah itu serangan tentara hampir setiap malam terjadi di Tepi Barat ketika para pejabat Israel mengatakan mereka akan secara agresif melawan ancaman terorisme yang berkembang.

Penggerebekan juga kerap memicu baku tembak dengan militan muda bersenjata baru di daerah padat penduduk Jenin dan Nablus. Pejabat Israel dan Palestina saling menyalahkan atas runtuhnya keamanan di Tepi Barat utara.

Warga Palestina termuda yang tewas di Tepi Barat adalah Mohammad Salah yang berusia 14 tahun, ditembak oleh tentara pada akhir Februari di dekat tembok pemisah Israel di selatan Betlehem.

IDF menuduh dia melemparkan bom bensin ke jalan tetapi tidak mengatakan mengapa menggunakan kekuatan mematikan untuk menghentikan ini. Keluarganya mengatakan dia tidak dekat dengan jalan ketika dia ditembak mati.

Korban tewas tertua adalah dua pria berusia 80 tahun dalam insiden terpisah. Salah satu dari mereka, warga Palestina-Amerika Omar Assad, meninggal karena serangan jantung setelah diikat dan disumpal oleh pasukan Israel selama pencarian di desa pada bulan Januari.

Tentara kemudian mengatakan telah menangguhkan dua perwira dari posisi komando dan menyerahkan file itu kepada penyelidik militer.

Baca: AS Serukan Penyelidikan Bocah Palestina Umur 7 Tahun Tewas Dikejar Tentara Israel

Pada pertengahan Maret, 20 warga Palestina telah tewas, sebelum gelombang kekerasan mematikan tahun ini yang melanda jalan-jalan Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!