Turki Adili 20 Warga Saudi Pembunuh Khashoggi Termasuk 2 Eks Ajudan MBS

Jum'at, 03 Juli 2020 - 21:47 WIB
Tersangka utama lainnya adalah perwira Saudi yang diduga mengambil bagian dalam operasi pembunuhan. Para jaksa penuntut Turki telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk para tersangka. (Baca: Putra Mahkota Saudi: Pembunuhan Khashoggi Terjadi di Bawah Pengawasan Saya )

Andrew Gardner, peneliti senior Turki dari Amnesty International yang berbasis di Inggris, mengatakan ada harapan persidangan akan menjelaskan bukti baru dan juga menelaah bukti yang sudah tersedia.

"Persidangan ini dan upaya-upaya lain oleh pihak berwenang Turki penting dalam menjaga agar pembunuhan itu menjadi perhatian, tidak membiarkannya dilupakan," kata Gardner kepada Al Jazeera dari Istanbul.

"Pengadilan ini bukan pengganti untuk penyelidikan internasional yang dipimpin oleh PBB. Mudah-mudahan ini hanya akan menjadi batu loncatan di jalan untuk memastikan penyelidikan seperti itu terjadi. Dan dalam arti itu sangat berharga," ujarnya.

Pembunuhan Khashoggi, jurnalis yang tercatat sebagai penduduk Amerika Serikat, memicu kecaman di seluruh dunia terhadap Arab Saudi dan menyebabkan kerusakan abadi pada citra MBS di panggung internasional.

CIA dilaporkan menyimpulkan bahwa Putra Mahkota MBS memerintahkan pembunuhan, sebuah tuduhan yang dibantah oleh pemerintah di Riyadh. (Baca: Rekaman Audio Pembunuhan Ungkap Khashoggi Disebut Domba Kurban )

Agnes Callamard, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang eksekusi di luar hukum atau eksekusi sewenang-wenang juga menemukan "bukti yang dapat dipercaya" bahwa MBS dan pejabat senior Saudi lainnya bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Laporan dari pelapor khusus itu diterbitkan pada Juni 2019.

Mengomentari proses persidangan pada hari Jumat, Callamard mencatat bahwa meskipun banyak persidangan, itu tetap penting karena beberapa alasan.

"Di sini, para korban didengar dengan cara yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Kami memiliki ruang di mana para saksi diminta untuk berbicara di bawah sumpah, dan...yang memberi jauh lebih banyak legitimasi dan kekuatan untuk pernyataan mereka," katanya kepada wartawan di luar pengadilan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!